Bisnis di era Global Market

2015 tinggal beberapa bulan lagi, dan Indonesia akan memenuhi komitmennya untuk bergabung menjadi salah satu komunitas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau juga disebut Asean Economic Community (AEC).

Sering kali para pebisnis melihat dan membahas tantangan yang akan dihadapi. Saya bertemu dengan Kepala Dinas Perdagangan beberapa daerah, dan sebagian mereka mengatakan bahwa jika perlu mereka akan menerapkan beberapa peraturan baru yang menghambat berperannya pebisnis global untuk masuk ke daerah mereka. Itu harus dilakukan karena mereka menyadari bahwa pebisnis lokal di daerah mereka dinilai tidak siap menghadapi era pasar bebas..

Ada pengalaman saat dibukanya China Asean Free Trade Area (CAFTA) waktu lalu, pasar kita dibanjiri produk dari Tiongkok yang menyebabkan produk2 buatan lokal tidak dapat bersaing (baik karena kualitas maupun harga). Akibatnya tidak sedikit produsen lokal kita yang gulung tikar. Lebih disesali lagi, produsen kita tidak segera beralih fungsi sebagai trader, sehingga trader dan distributor dipasar lokal juga dimainkan oleh pemain asing. Akhirnya Indonesia hanya sebagai konsumen saja..

Tulisan saya kali ini ingin mengingatkan juga sisi yang lain dari era pasar bebas ini. Bahwa selain menghadapi tantangan, kita juga akan menghadapi berbagai peluang.

Di era pasar bebas ini, sebenarnya membuka mata dunia “luar” juga akan potensi produk dan bisnis lokal kita untuk dikonsumsi secara global. Pebisnis luar negeri akan juga melihat banyak hal yang bagus dari produk dan bisnis lokal kita untuk dikembangkan dinegaranya atau negara lain.
Ini peluang bagi pebisnis lokal untuk export atau mengembangkan bisnisnya di luar negeri. Walaupun pasar di Indonesia besar, tetapi untuk beberapa bisnis lokal kita mempunyai potensi yang lebih besar dipasar international. Produk dan bisnis Indonesia mempunyai peluang yang besar di Timur Tengah, Indochina dan Tiongkok. Lebih jauh lagi (berdasarkan keterangan kedutaan besar Indonesia disana), produk dan bisnis Indonesia mempunyai peluang besar di Amerika Latin.

Untuk dapat  dengan cepat bisnis lokal kita bertahan dan berkembang di era globalisasi, kiatnya adalah piawai dalam melakukan networking. Data yang saya pelajari bahwa 82% perusahaan multinasional yang sukses melakukan ekspansi bisnisnya di luar negeri dengan melakukan networking (dengan berbagai bentuk). Menurut pendapat saya, mungkin bukan waktunya lagi mempunyai slogan “..tidak membuka cabang ditempat lain..”

Ada berapa cara untuk melakukan networking, antara lain dengan: joint venture, berasosiasi, licensing, dan franchising. Ada tips penting untuk melakukan networking, yaitu menyiapkan usaha kita untuk memenuhi standar Global terlebih dahulu (baik dari sisi kualitas, pengelolaan dan administrasi).

Untuk motivasi, melakukan pengembangan global berarti kita membantu pemerintahan untuk meningkatkan surplus perdagangan. Saat ini Indonesia sulit untuk meningkatkan expor tanpa meningkatkan produk dari industri dalam negeri. Dengan melakukan ekspansi global maka kita turut meningkatkan devisa negara.

Mari kita siapkan menyambut peluang de era Masyarakat Ekonomi ASEAN Desember 2015 mendatang.

Salam Franchise

Burang Riyadi  .MBA

Partner

International Franchise Business Management ( IFBM )

Business Development Director

World Franchise Associate  – www.worldfranchiseassociate.com

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!