Bisnis Franchise-Mengelola Sengketa (Managing Disputes)

Bisnis Franchise adalah bisnis melibatkan beberapa pihak dan Konflik adalah hal yang sangat mungkin terjadi  dalam setiap perikatan antara dua pihak, termasuk juga dalam  sistem franchise , konflik antara franchisor dan franchisee bisa jadi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Menyelesaikan konflik yang berujung sengketa melalui pengadilan, bagaimanapun akan memakan waktu yang panjang dan mahal, selain secara  signifikan dapat menghambat pertumbuhan franchise serta mengalihkan perhatian franchisor dari pencapaian tujuan usahanya.

Franchisor telah mengorbankan banyak waktu, tenaga dan biaya dalam membangun sistem franchise, Didalam bisnis franchise sistem dibuat untuk mengontrol kualitas  usahanya yang harus diikuti oleh franchisee, namun di sisi lain, franchisee sering menolak menjalankan aturan yang dianggap tidak adil atau merugikan dirinya. Bila ketegangan antara kedua pihak  berlangsung lama, maka berbagai bentuk  perselisihan dan permusuhan  akan menjadi konflik yang pada akhirnya akan menjauhkan mereka dari tujuan awal kerjasama ini.
Faktor lainnya yang menyebabkan banyak perselisihan antara franchisor dan franchisee adalah kesenjangan  antara harapan dan kenyataan. Di dalam bisnis franchise Franchisor menentukan kualifikasi yang tinggi saat merekrut franchisee , sedangkan  calon franchisee  mengharapkan  dukungan penuh dalam berbagai aspek untuk mencapai sukses,  maka ketika  kenyataannya  tidak  sesuai  dengan  harapan ,  yang  terjadi adalah kekecewaan bahkan frustrasi.

Ada  10 (sepuluh) permasalahan yang sangat penting diperhatikan oleh franchisor yang berpotensi menjadi wilayah konflik, yaitu :

1.    Franchisee Recruiting

2.    Site Selection and Territorial Rights

3.    Supervision and Support

4.    Quality Control

5.    Accounting practices and Procedures

6.    Misuse of Advertising fund

7.    Unequal Treatment

8.    Transfers by Franchisees

9.    Training for Franchisor’s Management and Sales Team

10. Documentation

1. Franchisee Recruiting (Merekrut Franchisee)

Franchisor harus sangat berhati-hati dalam mengevaluasi dan menyaring calon franchiseenya,  karena itu penting menetapkan kriteria , meneliti dan  memastikan mereka memiliki latar belakang keuangan dan pengalaman dalam mengoperasikan bisnis. Didalam bisnis Franchise Calon Franchisee harus memiliki kekuatan keuangan yang diperlukan untuk memenuhi  kebutuhan  modal usaha, termasuk juga untuk penggajian, sewa, pembelian produk,  pajak, dan kebutuhan tak terduga lainnya. Idealnya, calon franchisee harus memiliki latar belakang menjalankan bisnis serupa atau yang sejalan dengan bisnis franchise atau setidaknya pengalaman bekerja yang memadai. Faktor lain yang berkontribusi terhadap sukses frachisee itu adalah motivasi, loyalitas, dan komitmen. Tentu saja, hampir mustahil untuk mengevaluasi calon franchisee hanya dari test tertulis, oleh karena itu franchisor harus melakukan wawancara langsung termasuk juga dengan beberapa referensi yang mereka berikan jika ada, setidaknya franchisor mempunyai gambaran awal yang cukup banyak tentang figur calon franchiseenya. Berhati-hati bila sejak awal calon franchisee sudah memunculkan sikap bermusuhan dan memancing  perdebatan.
Masalah bisa muncul bila staff yang melakukan wawancara memberikan janji-janji bantuan atau dukungan yang  yang tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan franchisor. Jadi harus dipastikan baik franchisor atau staff yang mewawancara calon franchisee mempunyai pandangan yang sama dan ketentuan baku mengenai support dan program  yang bisa diberikan , sehingga tidak menjadi salah pengertian yang mengakibatkan permasalahan di kemudian hari.

2. Site Selection and Territorial Rights (Seleksi lokasi dan Hak teritori)

Franchisee biasanya diberikan kebebasan untuk memilih lokasi bisnisnya, namun franchisor juga memiliki hak untuk menerima atau menolak lokasi yang diajukan franchisee, akan tetapi sejak awak franchisor harus sudah memberikan kriteria yang jelas mengenai pemilihan lokasi yang diinginkan dengan berbagai faktor pertimbangan seperti  target market, ukuran luas, kesesuaian lokasi dengan jenis usaha, kapasitas parkir, biaya pengembangan, kemudahan akses , kompetitor usaha sejenis, demografi, populasi dan lain-lain.

Franchisee seringkali mengharapkan banyak bantuan dalam pemilihan lokasi ini . Biasanya pertimbangan franchisee lebih pada dana yang harus dikeluarkan dan bagaimana tingkat pengembaliannya nanti.  Franchisee akan diberikan wilayah eksklusif di mana tercantum dalam perjanjian sebagai  radius tertentu  untuk wilayah pemasarannya.   Jangan sampai terjadi overlap dalam penentuan lokasi dengan franchisee lainnya karena ini akan menimbulkan konflik antara franchisor dengan franchisee .  Bisa saja terjadi franchisor melakukan pengembangan usaha dengan membuka bisnis lain  dengan nama yang berbeda di wilayah yang dekat dengan franchisee sehingga dianggap menggangu wilayah franchisee yang telah disepakati sebelumnya.   Tidak bisa dikatakan hal ini melanggar perjanjian namun sebaiknya dalam perjanjian secara tegas dicantumkan ketentuan-ketentuan yang bersifat antisipatif, agar dampak negatif terhadap bisnis  franchisee dan perasaan kurang adil dapat dihindari sejak awal.

Yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana franchisor lebih mengutamakan mendorong franchisee untuk sukses dan sejahtera dalam menjalankan usahanya.

3.Supervision and Support (Pengawasan dan Dukungan)
Franchisee  biasanya individu independen yang ingin menjalankan bisnis untuk diri mereka sendiri, mereka juga tertarik pada franchise  karena bimbingan dan dukungan yang ditawarkan oleh franchisor yang menawarkan konsep bisnis yang mapan dan terbukti berhasil. Sebuah bisnis franchise dikatakan  sukses tidak  hanya sebatas dapat memenuhi komitmen kontrak yang ditetapkan oleh perjanjian franchise, tetapi franchisor bisa memberikan dukungan dan pengawasan tambahan yang bahkan tidak tercantum dalam kesepakatan. Pengawasan  mengingatkan franchisor  akan kesulitan  yang mungkin dihadapi franchisee dan selalu mengingatkan untuk kembali kepada sistem. Sementara pengawasan berlebihan oleh franchisor biasanya tidak diperlukan dan bahkan dapat mengganggu kemampuan franchisee untuk menjalankan bisnis. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pengawasan, diantaranya dengan  memelihara kontak rutin  melalui telepon, SMS, email dan melakukan kunjungan sebagai tanda bahwa franchisor selalu menunjukkan kesediaan untuk membantu menyelesaikan masalah  franchisee dan  berkomitmen membantu mencapai  tujuan franchisee.
Kurangnya dukungan bisa  menyebabkan  ketidakpuasan dan berakhir konflik . Franchisee juga menginginkan support dalam bentuk pengembangan produk baru, sehingga franchisor memang harus sudah siap dengan  Research & Development (R & D) .

Franchisee  sangat mewaspadai kemungkinan terjadinya merger , restrukturisasi  dan upaya lain yang seolah franchisor ingin melepaskan kewajibannya.

Support oleh franchisor  dapat juga  dibuat dengan  menyelenggarakan  pertemuan rutin ,  seminar, newsletter, program pelatihan  dan membagi materi-materi tulisan yang  berhubungan dengan bisnis franchise.
Franchisor harus menanggapi dengan segera dan secara tertulis setiap permasalahan yang diajukan franchisee. Kegagalan dalam merespon dan mengelola masalah yang terjadi di operasional franchisee, akan membuat masalah  semakin menumpuk  dan  menciptakan hubungan permusuhan antara para pihak. Dalam hal ini, sangat mungkin para franchisee saling berkomunikasi  dan membentuk  asosiasi franchisee. .
Franchisor dapat juga menawarkan  layanan konsultasi manajemen untuk program-program khusus dalam upaya pemasaran atau bahkan memberikan bantuan  pada akses pendanaan dengan pihak ketiga.
Komunikasi yang baik antara franchisee dan franchisor akan mengurangi kemungkinan timbulnya konflik, sehingga yang terjadi adalah bagaimana tujuan awal kerjasama kedua pihak bisa diwujudkan dengan saling menguntungkan.

Poin selanjutkan akan kita bahas pada bagia kedua. Semoga bermanfaat

 

Salam,

Evi Diah Puspitawati

(Associate Consultant IFBM)

 

 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!