Bisnis Franchise – Perencanaan Bisnis Franchise

Bisnis Franchise, seperti bisnis lainnya,  selalu menemui banyak ketidakpastian. Begitupula untuk bisnis franchise meskipun bisnis franchise memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dibandingkan dengan memulai bisnis non franchise, bisnis franchise tidak sepenuhnya bisa bebas dari resiko atau masalah sebab itu ketika ingin memulai suatu bisnis maka sudah seharusnya membuat draft perencanaan terlebih dahulu secara tepat yang berguna sebagai petunjuk untuk operasionalnya .

Untuk diketahui ,perencanaan bisnis biasa dengan perencanaan bisnis franchise sangatlah berbeda, dalam perencanaan bisnis franchise ada dua pihak yang terlibat, yang pertama  adalah calon franchisor yang akan memfranchisekan  bisnisnya lalu yang kedua adalah seputar franchisee yang akan membuka bisnis franchise

Kita bahas hal pertama yakni calon franchisor yang akan mem-franchise-kan bisnisnya misalkan ; ada seseorang punya beberapa bisnis dengan merk terkenal tiba-tiba dia berencana  ingin memperbanyak cabang dengan pola franchise , padahal dia tidak mempunyai persiapan franchise alhasil pada waktu mulai operasional pasti akan mendapat banyak problem baik yang dialami dia sendiri maupun franchiseenya.

Ada cerita seseorang yang ingin memfranchisekan bisnisnya saya tanya sama dia”Kenapa kok tiba-tiba binisnya  difranchisekan padahalkan sebelumnya belum ada rencana ” dia menjawab ” Sebenarnya saya mem-franchise-kan bisnis ini lantaran sudah banyak yang minta  lebih dari itu buka cabangkan investasinya banyak kenapa saya tidak lepas saja franchisenya. Terus saya tanya lagi ” tetapi kenapa kok akhirnya Anda sekarang merasa masalahnya lebih banyak, padahal sebetulnya alasannya Anda memfranchisekan bisnis hanya untuk menghilangkan masalah investasi dan masalah agar karyawan tidak tambah banyak ? ” jawab dia ” saya pikir kalau bikin franchise atau saya lepas franchise sama saja seperti buka outlet sendiri,hanya saja sekarang saya buka untuk orang dan nanti orang yang akan running bisnisnya”

Setelah berjalan ternyata situasinya berbeda 100% kenyataan ada tuntutan lain ditempat franchisor. Apalagi bila yang dibeli adalah merek terkenal biasanya dalam diri franchisee sudah terbentuk pola pikir pertama akan ada jaminan pasti untung, kedua karena membeli bisnis berarti tinggal running saja, semua sudah dipersiapkan franchisor.

Situasi tersebut kerap terjadi dalam bisnis franchise karena franchisor tidak mempersiapkan banyak hal ketika ingin mempersiapkan banyak hal ketika ingin memfranchisekan bisnisnya, yang pertama franchisor kerap berpikir bahwa ini bisnisnya franchisee, jadi tidak harus lihat seperti melihat atau memperhatikan outletnya sendiri, banyak terjadi” inikan outletnya franchisee….” jadi saya tidak harus memperhatikannya. Akibatnya terjadi perbedaan perbedaan perlakuan internal franchisor  contohnya dulu selama dia kirim barang dagangannya kepada outlet atau kepada tokonya itu sifatnya men-delivery, tapi sekarang dia kirim barang ketoko franchisee sifatnya jualan. kedua franchisor tidak bisa membuat franchisee berdedikasi loyal atau tekun menjalankan bisnisnya tidak sama seperti kalau dia menyuruh managernya atau kepala tokonya akibatnya franchiseen menjadi tidak paham betul akan bisnisnya sehingga keuanganya pun  menjadi tidak tertib ini adalah situsi atau fenomena yang terjadi pada saat seseorang mau memfranchisekan bisnisnya tetapi tidak punya rencana yang matang.

Lalu apa yang harus dilakukan seorang calon franchisor? Konsultasikan rencana Anda dengan seorang konsultan yang sudah paham seluk beluk bisnis franchise.

army-navy-b-tn

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video