Cara Membangun Bisnis Franchise : Mastery Business

Dalam membangun sebuah bisnis franchise, tentunya perlu melewati tahapan persiapan. Persiapan paling awal yang perlu dilakukan adalah mastery bisnis. Mastery bisnis adalah proses mencari tahu secara internal perusahaan calon franchisor, alasan yang menyebabkan usahanya selama ini bisa bertahan dan bahkan sukses. Atau dengan kata lain, franchisor harus tahu dan paham betul, apa yang membuat bisnisnya bisa punya banyak pelanggan, untungnya banyak, serta operasionalnya yang optimal. Semua hal ini, tentu terjadi bukan karena faktor kebetulan, pasti ada upaya tertentu yang dilakukan sehingga bisa sukses. Proses mencari tahu upaya apa saja yang dilakukan agar bisa sukses inilah yang disebut proses mastery bisnis.

Bisnis yang akan difranchisekan umumnya bisnis yang sudah berjalan. Bukan bisnis yang baru ide, atau yang startup bisnis. Hal ini terjadi karena sangat sulit melakukan mastery bisnis pada bisnis yang baru awal sekali dimulai. Untuk bisnis yang sudah berjalan ini, dapat dianalisa beberapa aspek, misalnya:

  • Lokasi usaha
    mempelajari karakteristik lokasi yang cocok untuk buka usaha seperti yang sudah pernah dijalankan penting untuk dilakukan. Misalnya hitung trafik lalu lintas kendaraan/orang di depan lokasi per jam, kenali tipe lingkungannya (lingkungan perumahan, niaga, atau perkantoran), pelajari exposure-nya, pelajari luasan area yang optimal untuk dijadikan lokasi usaha, pelajari aspek non teknis usaha seperti luas tempat parker, keberadaan tukang parkir dan sebagainya.
  • Pelanggan
    Mempelajari karakteristik pelanggan yang menjadi target market juga perlu dilakukan. Kenali siapa yang menjadi decision maker, dan siapa yang menjadi influencer untuk datang ke outlet. Pelajari perilaku serta profil demastery mografi pelanggan tersebut. Seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, latar belakang pendidikan dan lain-lain.
  • Produk/jasa yang dijual
    Mempelajari produk/jasa yang dijual di outlet juga sangat penting dilakukan. Pelajari jenis produk/jasa apa saja yang paling diminati pelanggan (dapat menghasilkan 80% omset), pelajari jenis produk/jasa yang bisa saling melengkapi, pelajari jenis produk/jasa apa saja bisa saling menggantikan apabila salah satunya sedang tidak tersedia, kenali produk/jasa yang dapat memberikan margin paling bagus, khusus untuk produk pelajari jenis produk yang fast moving dan slow moving dan jangan lupa untuk selalu update terhadap trend permintaan pelanggan yang kekinian.

Setelah melakukan proses mastery bisnis, maka calon franchisor diharapkan dapat merumuskan segala pengalamannya tersebut menjadi sebuah materi training praktis untuk diajarkan kepada franchisee-nya nanti. Pengalaman praktis yang sudah dibuktikan oleh franchisor inilah yang akan dibeli oleh franchisee dari franchisor agar dapat diajarkan tips & tricks dari memulai bisnis hingga sukses.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi calon franchisor yang sedang mempersiapkan atau merencanakan pengembangan usahanya dengan pola kerjasama franchise. Atau jika Anda berdiskusi tentang cara mastery bisnis di bidang usaha yang sedang dijalankan saat ini, Silahkan kontak saya di wahdifakhrozy@ifbm.co.id

Selamat Berbisnis!!

Salam,

Wahdi Fakhrozy
THE FRANCHISE CONSULTANT
wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id
wahdifakhrozy@ifbm.co.id
International Franchise Business Management
Member of World Franchise Associate (WFA)
Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video