Cara Menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee

Saat memulai bisnis franchise, tentunya saat-saat yang paling menyenangkan bagi franchisor. Fokus perhatian dan semangat tercurah sepenuhnya untuk membangun bisnis franchise agar cepat ekspansi.  Namun kadang tidak jarang perusahaan-perusahaan yang akan menjual franchise untuk pertama kalinya menemui kesulitan untuk menentukan franchise fee dan royalty fee yang akan dibebankan kepada franchisee-nya.

Franchise fee dapat didefinisikan sebagai biaya pembelian hak franchise untuk jangka waktu tertentu. Franchise Fee yang dibayarkan kepada franchise dapat dikatakan sebagai “penghargaan” atas pengalaman franchisor menjalankan format bisnis yang diduplikasi dengan sistem franchise. Terlebih format bisnis yang ditawarkan telah dapat dibuktikan kesuksesannya.

Royalty Fee dapat didefinisikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan) atas penggunaan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) milik franchisor dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, terlepas franchisee sedang mengalami untung atau rugi, franchisee tetap wajib membayar royalty fee. Namun dibalik itu, Franchisor pun berkewajiban untuk membantu franchisee untuk meningkatkan pendapatannya agar royalty yang dibayarkan oleh franchisee juga semakin besar.

Dalam menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee, ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:

Franchisability

 

  • Market Oriented

Pendekatan market oriented dilakukan dengan membandingkan indeks Franchise Fee dan Royalty Fee dari industri sejenis menggunakan data yang dikeluarkan oleh asosiasi atau lembaga tertentu yang berkaitan tentang franchise. Misalnya dengan menggunakan data berikut :

Franchise Restoran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : www.franchisedirect.com

  • Customer Oriented

Pendekatan customer oriented dilakukan dengan memprediksikan kemampuan calon customer diwilayah tertentu, misal untuk regional Jakarta akan lebih mahal dibanding Yogya karena mayoritas daya beli berbeda, baik untuk calon Franchisee maupun untuk konsumen bisnis kita. Oleh karena itu, nilai Franchise Fee dan Royalty Fee akan bervariasi bergantung wilayahnya.

  • Cost Oriented

Pendekatan cost oriented dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang dibutuhkan oleh franchisor untuk mengembangkan sistem franchise, mempromosikan paket franchise hingga support kepada franchisee nya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian secara kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee dengan menggunakan pendekatan cost oriented ini.

Untuk melakukan perhitungan Franchise Fee dan Royalty Fee dapat dilakukan dengan simulasi keuangan sehingga didapat formula yang pas berapa besaran Franchise Fee dan Royalty Fee yang optimal bagi Franchisor dan Franchisee. Kami kantor konsultan Franchise IFBM akan mengadakan pelatihan yang khusus membahas tentang proses perhitungan Franchise Fee dan Royalty Fee ini. Jadi pastikan Anda ikut serta dalam kelas pelatihan kami, agar Anda tidak salah menentukan besaran Franchise Fee dan Royalty Fee bagi mitra atau franchisee Anda. untuk informasi silahkan hubungi Bpk Taufik (0878-83188897)

 

Salam Franchise,

 

 

Wahdi Fakhrozy
wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com
International Franchise Business Management
 Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta