Franchise-Duplikasi Usaha dengan Sistem Franchise

Untuk mempelajari sistem franchise saat ini bukanlah hal yang sulit lagi. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, kita bisa belajar mengenai franchise dengan cepat dan mudah dari internet. Apalagi sistem franchise telah menjadi salah satu pilihan yang dianggap baik untuk menduplikasi usaha, karena cepat dan relatif lebih murah ketimbang dengan membuka cabang sendiri. Namun sebelum mempelajari lebih jauh mengenai sistem franchise, hal pertama yang perlu dipahami tentunya , pengertian sistem franchise. Ada banyak pengertian franchise yang dikeluarkan berbagai literatur, namun untuk lebih menyederhanakan, kita bisa menggunakan pengertian franchise sebagai proses duplikasi usaha yang sudah sukses untuk dimiliki dan dijalankan oleh orang lain.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa duplikasi dengan menggunakan sistem franchise menuntut bisnis yang akan diduplikasi tersebut untuk “sukses” terlebih dahulu, sebelum memberikan hak untuk kepemilikannya kepada orang lain. Definisi sukses ini tentu berbeda-beda menurut pengusaha yang menjalankan bisnis tersebut. Ada yang mengatakan ketika outletnya ramai dikunjungi pembeli maka sudah dikatakan sukses, ada juga yang mengatakan ketika outletnya memberikan keuntungan yang cukup bagi pemiliknya maka sudah dikatakan sukses atau bahkan ada yang mengatakan ketika outletnya banyak yang minta untuk menjadi mitra maka sudah dikatakan sukses juga. Oleh karena itu perlu definisi yang jelas mengenai “sukses” untuk sebuah bisnis yang ingin difranchisekan.

Kalau mengacu pada peraturan pemerintah no.42 tahun 2007 tentang Penyelengaraan Waralaba, maka kita dapat menerjemahkan sukses tersebut dengan artian sudah beroperasi setidaknya selama 5 tahun serta dapat melampirkan laporan keuntungan 2 tahun terakhir yang menguntungkan. Untuk itu, perlu persiapan matang sebelum menjadi franchisor. Sebaiknya jangan terburu-buru memfranchisekan bisnis, Karena banyak catatan kegagalan dan konflik yang terjadi antara franchisor dan franchisee karena ketidaksiapan franchisor sebelum memfranchisekan bisnisnya.

“Menjadi franchisor sama artinya menjadi guru bagi para franchisee, maka pastikan Anda menguasai betul bisnis Anda sebelum mengajari para franchisee”

 

Salam,

 

Wahdi Fakhrozy

THE FRANCHISE CONSULTANT

wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id

wahdifakhrozy@ifbm.co.id

International Franchise Business Management

Member of World Franchise Associate (WFA)

Menara Kadin Indonesia

Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3

Jakarta

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!