Franchise Tahun 2017, Prospek Bisnis Franchise Akan Semakin Cerah

Di tahun 2017 ini dimana gejolak ekonomi global dikatakan sedang terjadi, ternyata bisnis franchise di Indonesia masih tetap bisa menggeliat dan tumbuh. Jika kita menganalisa lebih jauh mengenai propek bisnis franchise di Indonesia, maka setidaknya ada 3 alasan yang bisa menguatkan bahwa prospek bisnis franchise akan semakin cerah pada era digital dan globalisasi. Ketiga alasan tersebut adalah:

  1. Arus mobilitas orang semakin tinggi

Tingkat mobilitas orang yang semakin tinggi saat ini, menyebabkan orang yang tadinya tinggal disuatu kota atau negara bisa berpindah untuk alasan pekerjaan atau pendidikan ke kota lain atau bahkan negara lain dalam waktu tertentu. Hal ini juga didorong oleh semakin majunya industri transportasi. Kejadian ini turut mempengaruhi industri franchise secara global. Karena pada dasarnya orang akan lebih senang membeli produk atau jasa yang sudah dikenal nama atau kualitasnya sebelumnya ketimbang produk atau jasa yang tidak diketahui sama sekali. Bahkan orang akan lebih cenderung membeli produk atau jasa yang sama seperti yang mereka temui di kota atau Negara asalnya. Ini artinya brand yang telah mereka kenal di kota atau negara asalnya akan menjadi pilihan utama mereka ketika mereka telah berada di kota atau negara yang baru.

Kondisi seperti inilah yang mendorong industri franchise dapat terus berkembang. Artinya semakin jauh jangkauan merek produk atau jasa perusahaan yang difranchisekan tersebut maka akan membuka pasar lebih luas terhadap pemasaran produk dan jasa tersebut. Dengan kata lain sistem kerjasama franchise akan menjadi pilihan pola pengembangan usaha yang prospektif di masa yang akan datang.

  1. Arus informasi yang cepat menyebar

Perkembangan internet turut mendorong semakin cepat dan mudahnya penyebaran informasi saat ini. Hal ini tentu menyebabkan kejadian yang sedang terjadi di suatu kota atau negara dapat segera diketahui oleh orang yang berada jauh dari lokasi kota atau negara tersebut. Begitu juga dengan trend dan gaya hidup suatu kota atau negara akan dengan cepat menyebar, ke kota bahkan negara lain. Tren dan gaya hidup ini tentu berkaitan dengan pola konsumsi dan belanja masyarakat terhadap produk dan jasa merek tertentu. Merek yang sedang populer di suatu kota atau negara, akan bisa segera populer juga di kota atau negara lain yang secara geografis sebenarnya berjauhan.

Pada kondisi inilah industri franchise akan turut berperan, karena pola kerjasama franchise dapat membantu percepatan tumbuhnya bisnis di lokasi yang sebenarnya jauh dari kota atau negara brand tersebut berasal. Oleh karena itu, faktor cepatnya arus informasi yang menyebar seperti saat ini menjadi pendukung cerahnya bisnis franchise dimasa yang akan datang.

 

  1. Tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat yang tumbuh

Meskipun secara umum terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di dunia saat ini, namun masyarakat sempat merasakan tingkat kesejahteraan dan daya beli yang bagus sebelumnya. Sehingga perlambatan ekonomi yang terjadi sekarang tidak akan mengubah banyak, pola konsumsi dan belanja masyarakat yang sudah tinggi sebelumnya, khususnya masyarakat Asia secara umum termasuk Indonesia.

Kondisi ini tentu akan tetap memberikan harapan bagi industri franchise secara umum. Karena apabila nanti kondisi ekonomi membaik dan daya beli masyarakat juga meningkat, maka masyarakat akan kembali berburu produk atau jasa yang telah mereka kenal kualitas dan reputasinya sejak lama. Hal ini juga didukung dengan kondisi negara-negara di USA dan Eropa yang merasakan dampak perlambatan ekonomi yang lebih berat dibanding negara di Asia, maka akan banyak pengusaha dari USA dan Eropa yang akan mencari peluang untuk mengembangkan bisnis di Asia termasuk Indonesia. Khusus untuk industri Franchise, kita tahu bahwa brand yang berasal dari USA dan Eropa telah lebih dulu kuat untuk berekspansi keluar negara. Maka di negara-negara Asia termasuk Indonesia, akan banyak didatangi oleh merek-merek Franchise yang banyak berasal dari USA dan Eropa untuk melakukan ekspansi. Hal ini tentu akan membawa pengaruh pada bisnis di dalam negeri.

Bisnis Franchise asing yang masuk ke Indonesia, memang berasal dari luar negeri, namun jangan lupakan bahwa partner/franchisee di Indonesia sudah tentu orang Indonesia, bahkan karyawan yang bekerja juga tentunya orang-orang Indonesia. Keadaan inilah yang dapat memunculkan peluang bagi pengusaha lokal Indonesia untuk berkolaborasi sekaligus “mencuri ilmu” dari bisnis Franchise asing tersebut mengenai strategi dan kiat-kiat bisnis agar bisa menyebrang negara bahkan benua. Semakin banyak pengusaha lokal yang bermitra dengan franchisor asing tentu dapat memancing kreativitas brand lokal agar bisa bersaing.  Bagi masyarakat sebagai konsumen, kondisi ini tentu akan memberikan pilihan produk dan jasa yang banyak dengan kualitas yang semakin baik sesuai dengan daya beli masyarakat tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dapat memicu tumbuhnya industri franchise di masa yang akan datang.

Ketiga analisa di atas, dapat menunjukkan bahwa industri franchise akan tetap cerah di masa yang akan datang. Meskipun franchise hanya salah satu pilihan kerjasama untuk menduplikasi usaha, namun sistem franchise yang telah dikenal secara global tentu akan lebih dipercaya dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

Salam,

Wahdi Fakhrozy

THE FRANCHISE CONSULTANT

wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id

wahdifakhrozy@ifbm.co.id

International Franchise Business Management

Member of World Franchise Associate (WFA)

Menara Kadin Indonesia

Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3

Jakarta

 

1 Comment

  1. Maria Eveline

    I would like to learn about franchise. Pls inform class on May 2017

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!