Jadi “JUARA” Dulu Baru Franchise-kan Bisnis

artikel ini juga pernah dipublikasikan di Majalah Pengusaha pertengahan tahun 2013 lalu

Menjual franchise bukan cara cepat untuk mendapatkan uang, apalagi cara cepat menjadi kaya. Pemahaman ini merupakan pemahaman yang salah. Untuk itu perlu dipahami benar-benar bahwa memfranchisekan bisnis itu adalah proses membagi pengalaman sukses yang telah dialami oleh franchisor kepada orang lain (franchisee). Pengalaman sukses di sini maksudnya adalah :

  • pengalaman set up outlet pertama kali, mulai dari konsep, desain hingga konstruksi
  • pengalaman mengurusi segala macam perizinan usaha yang dibutuhkan
  • pengalaman dealing dengan vendor dan supplier agar mendapatkan harga yang paling ekonomis
  • pengalaman membuat logo, merek serta atribut identitas usaha lainnya
  • pengalaman melakukan launching outlet baru
  • pengalaman melakukan kegiatan marketing pada saat tren naik atau saat tren menurun
  • pengalaman melakukan kegiatan operasional harian
  • pengalaman mengelola sumber daya manusia
  • pengalaman mengelola keuangan dan pelaporan keuangan
  • pengalaman menganalisa kondisi kesehatan keuangan usaha
  • pengalaman mengelola administrasi dan surat menyurat usaha

Daftar pengalaman yang digambarkan di atas hanya sebagian kecil, masing-masing usaha tentunya dapat menggali lebih dalam lagi hal-hal apa saja yang dilakukan yang berkaitan dengan bidang usahanya. Bidang usaha jasa, tentu beda dengan bidang usaha kuliner. Bahkan sesama usaha kuliner saja belum tentu sama pengalaman suksesnya. Kita bisa melihat usaha kuliner yang sama-sama menjual produk sejenis tetapi ada yang bisa sukses dan ada yang tidak sukses bahkan tutup. Hal ini sangat bergantung bagaimana cara menjalankan bisnis tersebut. Pengalaman dalam menjalankan bisnis hingga dapat bertahan lama dan terbukti sukses inilah yang akan diajarkan franchisor kepada franchisee.

Dengan kata lain, sebelum menjadi franchisor, pemilik usaha harus terlebih dahulu mastery dalam usahanya. Mastery disini maksudnya pemilik usaha harus memiliki pemahaman dan pengalaman yang mendalam terhadap aspek-aspek bisnis yang sedang dijalankan. Mastery yang diharapkan dari calon pemilik franchise diantaranya berkaitan dengan:

Business Mastery

 1.      INDUSTRY

Pemilik usaha dan tim organisasi dibawahnya perlu paham benar mengenai industri usaha yang sedang dijalankan. Setiap industri tentunya memiliki rentang besaran indeks harga pokok dan biaya-biaya yang umum terjadi pada usaha tersebut. Sehingga dari indeks tersebut dapat diprediksi besaran nett profit  dari suatu usaha. Apabila suatu usaha tidak berada dalam indeks umum industrinya, maka dapat diprediksi usaha tersebut belum memiliki daya saing yang setara dengan usaha lainnya yang berada di industri yang sama. Indeks industri biasanya dikeluarkan oleh asosiasi pengusaha di bidang yang sama. Dengan mengenali indeks industri yang sedang dijalankan maka suatu usaha yang ingin difranchise-kan akan dapat mengukur pencapaian yang telah diraihnya, akan lebih baik lagi apabila mengikuti indeks industri yang berskala global. Hal ini tujuannya agar dapat bersaing dengan merek-merek franchise asing yang masuk ke indonesia atau sebaliknya dengan kemampuan dan daya saing yang setara bukan tidak mungkin merek asli Indonesia bisa memiliki franchisee di luar negeri.

2.      BUSINESS MANAGEMENT

Pemilik usaha dan tim organisasi dibawahnya juga perlu paham benar mengenai pengelolaan bisnis. Pemahaman mengenai business management ini diharapkan dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam menjalankan usaha. Dengan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik dibidang manajemen akan membantu franchisor untuk memonitor dan mengontrol jalannya usaha franchisee. Apabila usaha yang dijalankan oleh franchisee kurang efektif atau efisien, maka franchisor dapat memberikan saran-saran yang dapat membantu franchisee lebih untung lagi dalam berbisnis.

3.      MARKETING

Pemilik usaha dan tim organisasi dibawahnya juga perlu paham benar mengenai pemasaran. Dalam franchising ada 2 kegiatan pemasaran utama yang perlu dipahami oleh pemilik usaha dan tim organisasinya, yaitu kegiatan pemasaran terhadap produk atau jasa yang dijual di outlet dan kegiatan pemasaran terhadap paket franchise yang ingin ditawarkan. Kedua kegiatan pemasaran ini tentu memiliki target pasar yang berbeda. Oleh karena itu, pengenalan terhadap target pasar merupakan kunci sukses dari kegiatan pemasaran. Pengenalan yang baik terhadap target pasar yang hendak dituju, dapat dijadikan bekal untuk menentukan cara promosi kepada target pasar tersebut. Lalu pemilihan media yang digunakan untuk berkomunikasi juga perlu mengikuti kesukaan dari target pasar tersebut. Pengetahuan dan pengalaman franchisor dalam melaksanakan kegiatan pemasaran ini akan sangat berguna bagi franchisee terlebih ketika franchisee tersebut akan memulai usahanya pertama kali. Bantuan-bantuan dari franchisor dalam hal pemasaran akan memudahkan franchisee untuk mendapatkan target pasar yang cocok di areanya.

4.      FINANCE

Pemilik usaha dan tim organisasi dibawahnya juga perlu paham benar mengenai keuangan. Pemahaman mengenai keuangan di sini, bukan mengenai cara pembuatan laporan keuangan saja, tetapi lebih dalam dari itu, misalnya mengenai analisa rasio keuangan, depresiasi aset, harga pokok penjualan, pengelolaan stok dsb. Sebisa mungkin indeks yang didapat pada usaha yang sedang dijalankan tidak terlalu jauh dari indeks industri.

5.      FRANCHISING

Pemilik usaha dan tim organisasi dibawahnya juga perlu paham benar mengenai franchising. Pemahaman ini tentu sangat penting apabila ingin mengembangkan usaha dengan sistem franchise. Dalam sistem franchise, hal yang paling krusial adalah pola hubungan antara franchisor dan franchisee. Jadi calon franchisor harus paham betul bagaimana karakter calon franchisee-nya. Jangan sembarangan memilih orang menjadi franchisee. kenali betul karakternya, kenali betul kemampuan teknisnya dalam bidang usaha kita dan kenali juga kemampuan finansialnya. Untuk hal yang berkaitan finansial, ini perlu ekstra hati-hati, jangan sampai terburu-buru merekrut calon franchisee hanya karena punya kemampuan finansial baik. Pastikan karakternya baik dulu, baru bicara mengenai kemampuan teknis dan finansialnya.

Dari penjelasan mengenai mastery bisnis di atas, dapat terlihat bahwa untuk menjadi franchisor perlu persiapan yang matang. Bahkan calon pengusaha franchise harus “Juara” terlebih dahulu dari untuk menunjukkan mastery-nya. Tidak cukup menjadi yang biasa-biasa saja. Rekam jejak (track record) kesukesan dalam menjalankan bisnis inilah biasanya membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam menjalankan usaha bagi franchisor. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 42 tahun 2007 tentang waralaba malah disebutkan bahwa usaha yang akan menjadi usaha waralaba harus terbukti menguntungkan. Terbukti menguntungkan ini merujuk pada pengalaman Pemberi Waralaba yang telah dimiliki yang kurang lebih 5 tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.

Dari gambaran dan penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi perusahaan franchise haruslah menjadi “juara” terlebih dahulu. Juara yang dimaksud di sini adalah memiliki cukup pengetahuan, cukup pengalaman hingga dapat menunjukkan rekam jejak kesuksesan sebagai pembuktian. Pembuktian kesuksesan bagi franchisor merupakan hal penting, karena franchisor yang sudah terbukti sukses tidak akan diragukan oleh masyarakat yang ingin menjadi franchisee-nya. Untuk itu, sebelum memfranchisekan bisnis, lakukan yang terbaik dulu terhadap bisnis, maksimalkan kegiatan marketing untuk mendapatkan sales yang tinggi, optimalkan seluruh kegiatan operasional, rapikan seluruh pencatatan dan pelaporan keuangan serta bangun sistem pengelolaan karyawan yang profesional.

Setelah menjadi “juara” barulah bisa berbagi kiat-kiat sukses kepada orang lain dengan sistem franchise. Lakukan persiapan sekarang juga, jadilah master di bisnis anda, karena kompetisi bisnis saat ini tidak hanya melawan franchise lokal saja, tetapi banyak franchise asing yang juga siap masuk ke Indonesia. Apabila kita sebagai pengusaha franchise lokal tidak mempersiapkan diri, pangsa pasar kita akan tergerus karena persaingan dengan dengan merek-merek asing yang jauh lebih siap dan yang lebih penting lagi, merek asing tersebut tentunya telah menjadi “juara” di negara asalnya sehingga mereka lebih percaya diri untuk berekspansi di Indonesia.

Belum terlambat untuk mempersiapkan diri, lakukan persiapan maksimal untuk menciptakan merek franchise lokal yang tangguh. Saatnya franchise local go global!!

bila ada yang ingin didiskusikan mengenai franchise, jangan ragu kirim email ke saya di wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com

Jump

salam,

Wahdi Fakhrozy
International Franchise Business Management 
Franchise Consultant Firm
Menara Kadin Indonesia 30 Floor
Jl.Menara Kadin Indonesia 30 Floor
Jakarta 12950
Phone: (+62-21) 52994547
Fax     : (+62-21) 52994599


Flyer WS 25-26 April 2018

Business Opportunity

army-navy-b-tn

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video