Kelemahan Sistem Franchise

Pada artikel Untungnya Memfranchisekan Bisnis” Franchise lalu sudah pernah dibahas mengenai keuntungan apa saja yang dapat diraih ketika suatu bisnis dikembangkan dengan sistem franchise. Meskipun banyak keuntungan yang mungkin didapat dengan sistem franchise, namun tentu ada kelemahan juga dari sistem ini. Kelemahan tersebut bisa saja menjadi pertimbangan untuk pengusaha yang ingin memfranchisekan bisnis, ada yang menganggap kelemahan tersebut sebagai hambatan dalam mengembangkan usahanya dengan sistem franchise. Namun banyak juga pengusaha yang menganggap kelemahan ini sebagai tantangan yang harus dilewati, karena mereka melihat manfaat yang lebih besar dibalik kelemahan sistem franchise ini.

FranchisingAdanya kelemahan dalam sistem franchise ini, menunjukkan bahwa tidak semua bisnis bisa difranchisekan dengan sukses. Banyak faktor yang menyebabkan bisnis tidak sukses difranchisekan, sebelumnya pernah dibahas pada artikel ini. Berikut kelemahan dari sistem franchise yang mungkin terjadi:

  • Proses sangat birokratis, bahkan mungkin menjadi kaku

Sistem franchise yang penuh dengan standarisasi dan peraturan baku, tentunya menimbulkan konsekuensi atas proses bisnisnya. Baik dalam proses pemasaran di outlet, proses operasional di outlet hingga proses administrasi di outlet.

Hal ini terjadi karena seluruh proses yang terjadi dalam jaringan franchise harus diatur, direncanakan dan dibuktikan dulu sebelum dilaksanakan dijaringan outlet, sehingga setiap ide bisnis baru tidak bisa disegera diterapkan. Oleh karena itu, franchisor yang sering melakukan perubahan dalam waktu cepat mungkin tidak cocok menjalankan sistem franchise.

  • Outlet milik franchisee, hak miliknya franchisee

Outlet waralaba dimiliki oleh Penerima Waralaba (franchisee) dan bukan milik Pemberi Waralaba (franchisor), dengan demikian Pemberi Waralaba tidak sepenuhnya memiliki wewenang di outlet waralaba. Ada kemungkinan penerima waralaba melakukan kebijakan yang berbeda dari Pemberi Waralaba (sekalipun sudah terikat dalam perjanjian). Oleh karena itu, di sini peran penting pembangunan hubungan yang baik oleh franchisor kepada para franchisee-nya.

  • Penerimaan pendapatan dari outlet waralaba lebih kecil daripada keuntungan yang didapat dari outlet milik sendiri.

Hal ini terjadi karena outlet milik franchisee akan memiliki komponen biaya, berupa royalty yang menjadi bebannya untuk dibayarkan setiap bulan. Sedangkan outlet milik sendiri tidak memiliki beban biaya royalty. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari franchisor untuk memaksimalkan potensi income dari outlet sebelum diwaralabakan. Karena apabila tetap memaksakan menjual bisnis tersebut dengan kondisi outlet yang kurang menguntungkan bisa jadi akan membuat bisnis tersebut “kalah menarik” dibanding bisnis sejenis lainnya yang ditawarkan kompetitor.

  • Potensi konflik meningkat

Bermitra dengan banyak wirausahawan berpotensi mendapatkan banyak tuntutan dibandingkan dengan cabang outlet sendiri yang lebih pasif dan menurut instruksi dari kantor pusat. Karena namanya bermitra dengan pihak lain, bisa saja kita mendapatkan franchisee yang “lebih” dari kita, misalnya :

  • lebih pintar dan berpengalaman di industri yang kita jalani
  • lebih kaya dengan memiliki aset dan uang lebih banyak dari kita
  • lebih berkuasa di daerah calon lokasi yang diinginkannya

Beberapa kelemahan sistem franchise yang jelaskan di atas merupakan konsekuensi logis dari keuntungan yang didapat ketika mengembangkan bisnis dengan sistem franchise. Kelemahan sistem ini dapat cari solusinya agar dapat diantisipasi. Seluruh solusi atas kelemahan sistem franchise ini terdapat pada mindset franchisor dalam memandang franchisee-nya. Mindset yang tepat yang harus dimiliki franchisor yang baik adalah dengan memandang franchisee-nya sebagai partner yang akan berjuang bersama-sama meningkatkan brand value yang mereka kembangkan. Sehingga semangat saling dukung, saling pengertian, dan perhatian akan membangun hubungan yang baik antara franchisor dan franchisee. Hubungan yang baik antara franchisor dan franchisee inilah yang nantinya akan menghindarkan kedua pihak bermasalah dikemudian hari.

Selamat berbisnis !!

Apabila ingin berdiskusi lebih banyak mengenai bisnis franchise dan tahapan memfranchisekan bisnis silahkan email ke wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com

 

Salam Franchise,

 

Wahdi Fakhrozy
THE FRANCHISE CONSULTANT
wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com
International Franchise Business Management
 Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta

4 Comments

  1. Sukana

    Saya baru buka usaha baru apakah bisa.di frinces kan.prodak saya blm memiliki brend.

  2. Selamat siang ibu Nova

    Terima kasih atas emailnya , menjawab pertanyaan ibu menurut kami cara terbaik dalam menjalin kerjasama dalam membuka usaha spa ibu adalah mungkin bisa saja dengan cara kemitraan atau lisensi saja

    Salam,

    Taufik Hidayat

  3. nova

    Saya owner spa..rekan saya ingin mngajak krja sama utk mmbuka cbang dikota lain..sdgkan sya belum memiliki modal yg cukup..bila rekan saya tadi ingin join utk memberikan modal, jalur krja sama yg bagaimanakah sebaiknya kami ambil..?mohon bantuannya..tq…

  4. Leo w lukman

    Saya tertarik. Dgn Concept business plant tuk francise kuriner…….pls call me back 08161888886 thanks

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!