Membeli Usaha Franchise- Ada Modal Ada Lahan

Pertanyaan:

Kebetulan saya sedang kejatuhan bulan, kakak saya harus pindah ke luar negeri dan meninggalkan rukonya di sekitar BSD. Selain itu, dari kantor suami mendapat bantuan modal Rp 100 juta untuk usaha. Pak Roy karena saya belum mahir berbisnis, maka saya akan mengambil franchise saja. Dengan lahan dan modal yang saya miliki sebaiknya saya membuka usaha apa ya?

Jawab:
Selamat untuk rejeki yang ibu terima. Dengan menyadari bahwa menjalankan bisnis secara franchise akan dapat membantu keterbatasan ibu dalam berusaha, adalah pilihan yang tepat, hanya pilihlah Franchisor yang benar dengan tepat. Sebelumnya saya ingin sedikit mengulas mengenai pilihan jenis usaha yang akan ibu jalankan. Saya sarankan pilihlah bisnis yang paling ibu minati, bukan usaha yang ibu pikir-pikir akan memberikan keuntungan yang terbanyak. Sekali lagi, pilihlah usaha yang paling ibu minati. Dalam menjalankan usaha, walaupun dengan sistem franchise, ibu tidak akan terlepas dari masalah. Hanya bedanya, bila usaha tersebut adalah usaha yang memang ibu minati, maka segala kendala yang mungkin timbul akan ibu lihat sebagai tantangan (challenge) dan bukan masalah (problem). Hal yang perlu juga ibu sadari adalah bahwa berusaha adalah berbeda dengan berinvestasi. Bila maksud ibu hanya sekedar berinvestasi, maka pilhannya bukanlah franchise tapi mungkin deposito, saham atau hal-hal sejenis yang tidak melibatkan ibu secara aktif. Franchise adalah sama dengan berbisnis, yaitu membutuhkan kerja keras, hanya bedanya dalam franchising ibu tidak “sendirian” dan akan banyak mendapat bantuan dan support yang berkesinambungan dari Franchisor.
Dalam hal memilih Franchisor, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Franchisor harus memiliki pengalaman sukses dan mampu mengajarkannya kepada franchise secara sistematis. Yang terpenting adalah apakah Franchisor benar-benar ahli dalam bidangnya (mastery) dan programnya mengutamakan suksesnya Franchisee, misalnya memberikan pelatihan-pelatihan, dukungan marketing yang terencana dan berkesinambungan, transparan dalam hal keuangan. Faktor-faktor tersebut juga akan tercermin dari struktur organisasinya yang tidak “one man show”. Bacalah prospektus mereka guna dapat menilai eksistensi Franchisor dan coba wawancara Franchisee mereka bila ada. Sebelum ibu mulai berbisnis, jangan lupa untuk membuat perjanjian dengan kakak ibu mengenai pemakaian ruko, karena ruko tersebut adalah miliknya, ibu dan kakak ibu perlu sebuah perjanjian tertulis agar tidak saling menyulitkan kelak ketika bisnis sedang berjalan. Akhir bulan Juni ini akan ada Expo Franchise di JCC, Senayan Jakarta, untuk jangan terburu nafsu dan tunggu jadwalnya. Selamat berburu.

Salam,

Ir.Royandi Yunus.MBA

International Franchise Business Management

Menara Kadin Indonesia 30 Fl

Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3

Jakarta

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!