Pameran Franchise- Media Promosi Usaha Franchise Yang Efektif

Pameran franchise adalah media promosi yang sangat efektif banyak Perusahan yang berhasil selalu berpikir bahwa mempromosikan produk, jasa atau bisnisnya adalah salah suatu kegiatan yang paling penting yang harus dipikirkan secara matang, detail dan berkelanjutan, oleh karena itu biasanya program promosi direncanakan untuk jangka waktu minimal setahun kedepan.

Pameran franchise adalah sebuah strategi promosi yang merupakan satu diantara banyak cara untuk memperkenalkan dan memasarkan produk, jasa atau bisnis. Pameran juga bisa menunjukan eksistensi sebuah perusahaan  atau biasa kita sebut sebagai program Branding. Karena kemungkinan banyak diikuti oleh perusahaan sejenis, maka pameran juga bisa dipakai untuk mengukur dan   mengetahui informasi perusahaan pesaing, dari mulai harga, keunggulan produk, peralatan yang digunakan, inovasi baru yang diperkenalkan dan juga teknologi apa yang dikembangkan. Melalui pameran , perusahaan dapat melakukan survey pasar, dengan melihat seberapa besar minat pengunjung pameran terhadap produk , jasa atau bisnisnya.  Ini semua bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi  untuk menentukan strategi bisnis ke depannya. Yang tidak kalah penting adalah dengan pameran, perusahaan juga bisa mengukur kualitas SDM serta teamwork yang dimiliki. Semua itu bisa menjadi program improvement dalam meningkatkan daya saing.

Sejak tahun 2000an  ada beberapa Event Organizer  yang secara rutin menyelenggarakan Pameran yang khusus untuk industri Franchise, misalnya pada bulan sepetember 2012  akan  digelar pameran franchise yang merupakan pameran tahunan terbesar yang diseleggarakan untuk kesepuluh kalinya oleh salah satu Event organizer ternama. Dalam satu tahun kita bisa disuguhkan setidaknya 2 kali pameran franchise yang besar dan ada  pameran dengan skala yang lebih kecil yang diselenggarakan dibeberapa daerah, belum lagi pameran franchise internasional di Asia maupun belahan dunia lainnya. Sebenarnya apa yang kita bisa manfaatkan dari  Pameran Franchise?

Pameran Franchise terbilang unik bila dibandingkan dengan pameran lainnya. Kenapa unik? karena bukan produk atau jasa yang ditawarkan melainkan sistem bisnis. Sebagaimana definisi franchise itu sendiri, menawarkan  bisnis untuk diduplikasi  pihak lain sarat dengan berbagai  ketentuan untuk bisa dikatagorikan sebagai layak di franchisekan seperti:

  • Standarisasi atas pelayanan dan barang dan atau jasa yang ditawarkan
  • Mempunyai ciri khas usaha
  • Dapat diajarkan dan diaplikasikan
  • Terbukti sudah memberikan keuntungan
  • Mereknya telah terdaftar
  • Memberikan dukungan yang berkesinambungan

Tidak kalah sulitnya adalah merekrut calon franchisee yang  mengacu pada kriteria   yang di kehendaki.

Bagaimana para pelaku usaha dalam hal ini Franchisor mempersiapkan Pameran Franchise  yang diikutinya agar sukses  mencapai target yang diinginkan?

Banyak faktor yang harus dipersiapkan peserta pameran (exhibitor)  yaitu:

  1. 1.    Penentuan tujuan dari pameran :

Sebelum memutuskan untuk mengikuti salah satu kegiatan pameran, sebaiknya dirumuskan secara matang apa tujuan yang ingin dicapai (objective) dari keikutsertaannya. Pimpinan beserta team yang terlibat harus punya pemahaman yang sama akan tujuan itu sehingga semua anggota team siap dengan berbagai strategi yang matang dan terencana.

Mengingat yang akan ditawarkan adalah sistem bisnis tentu saja penawaran harus mengacu pada kebutuhan inti bisnisnya seperti : kriteria pemilihan lokasi, besarnya investasi, target market, program training & support, program promosi dan branding ,  program R& D dan keunggulan bisnis yang ditawarkan, karena itu biasanya menjadi pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pengunjung yang  memang datang untuk “berbelanja bisnis”

  1. 2.    Pemilihan Event Organizernya dan lokasi pameran:
  • Nama besar Organizer bisa menjadi daya tarik dan jaminan bahwa event yang akan diselenggarakan menjadi besar dan sukses, karena biasanya mereka mampu mengajak  atau mendatangkan peserta dan pengunjung dalam jumlah besar.
  • Cek terlebih dahulu mengenai jumlah pengunjung pameran pada pameran terakhir yang diadakan organizer tersebut. Hindari pameran yang jumlah kunjungannya cenderung sedikit. Selain itu sebagai bahan pertimbangan, Anda juga bisa melihat testimoni dari para peserta pameran sebelumnya.
  • Biasanya pameran yang diselenggarakan organizer besar, memiliki sumber daya dan strategi pemasaran yang lebih baik.
  • Berapa banyak stand yang ditawarkan dan berapa biaya yang ditawarkan. Sebelum  mengambil keputusan untuk mengikuti pameran, mintalah kepastian dari panitia mengenai jumlah stand yang diperbolehkan ikut pameran.
  • Tanyakan sarana pendukung pameran, jangan mengambil keputusan sebelum mengetahui tentang sarana promosi yang diberikan selama pameran berlangsung. Perhitungkan juga antara biaya yang Anda keluarkan untuk mengikuti pameran dengan sarana yang diberikan panitia. Bila dirasa tidak seimbang, lebih baik jangan mengikuti pameran tersebut.
  • Exposure yang gencar dan berskala nasional baik di  media cetak maupun elektronik , biasanya mampu dilakukan oleh organizer besar dalam mempromosikan event tersebut.
  • Pemilihan lokasi yang strategis dan bergengsi akan  membantu memilih target pengunjung yang sesuai  dengan para pelaku usaha yang ikut serta pada pameran.
  • Endorsment dari Asosiasi terkait akan membantu untuk meyakinkan peserta dapat menciptakan sinergi yang baik.

3. Pemilihan tempat (sesuai floorplan yang ditawarkan) : Tentu tidak kalah penting adalah memilih tempat yang mudah dilihat dan punya traffict yang bagus, pertimbangkan siapa yang menjadi tetangga kita, agar tercipta mutual benefit.

4. Perencanaan design booth : Dengan tujuan yang sangat jelas, tentu bisa direalisasikan pada design booth yang mendukung tercapainya tujuan tersebut, disamping tentu saja faktor keindahan, kenyamanan dan efektifitas perlu diperhitungkan.

5. Perencanaan anggaran (biaya ruang pameran, biaya peralatan, biaya tenaga kerja dan biaya tidak langsung lainnya) : Anggaran menjadi hal yang penting dipertimbangkan, perhitungkan secara cermat cost and benefitnya.

6. Penentuan Program yang akan dilaksanakan : Membuat program selama pelaksanaan pameran akan menjadikan pameran lebih efektif, pastikan semua program dilaksanakan tetap waktu dan tepat sasaran

7. Pemilihan Person In Charge dan staff  : Semua perencanaan hanya akan berjalan bila pemilihan PIC (Person in Charge) sesuai dengan kualifikasi dan kapasitasnya. Job description harus jelas bagi semua team pendukung. Pastikan juga jumlah team yang memadai dan kemampuan berkomunikasi yang baik bagi team yang berhadapan langsung dengan pengunjung.

8. Persiapan Marketing tools dan materi pendukung : Banyak sarana yang diperlukan pada event pameran seperti banner, brosure, video, slide proyektor, kartu nama dll yang detail dipersiapkan untuk memperlancar semua program. Siapkan juga buku tamu atau tempat kartu nama pengunjung agar bisa kita ketahui data base pengunjung untuk bahan follow up setelah pameran berakhir.

9. Display yang menarik : Letakkan semua marketing tool atau materi pendukung lainnya dengan display yang menarik, rapih, mudah dilihat dan mengundang minat pengunjung.

10. Layout yang nyaman :  Dalam pameran franchise karena yang akan kita tawarkan adalah sebuah sistem bisnis, tentu saja dibutuhkan tempat yang nyaman bagi kita dan pengunjung saat memberikan penjelasan atau melakukan presentasi.

Bagi pelaku usaha yang belum siap memasarkan bisnisnya dan memaksakan diri mengikuti pameran , biasanya pameran bisa menjadi bumerang. Peminat bisnis yang tiba-tiba membludak dan mendesak menunggu persetujuan , biasanya menjadi godaan karena yang terbayang adalah mendapatkan dana dimuka yang cukup menggiurkan, namun perlu disadari bahwa masalah yang sebenarnya baru akan timbul sejak perjanjian franchise ditandatangani sampai perjanjian berakhir ( minimal 5 tahun kedepan). Tidak heran banyak bisnis franchise yang timbul tenggelam dalam waktu yang sangat singkat karena karena ketidaksiapan tersebut. Hindarilah situasi seperti itu.

Banyaknya event pameran dan  banyaknya peserta pameran menjadi sebuah kesempatan bagi pengunjung  yang memang ingin melihat, memilih dan menentukan sebuah bisnis untuk dijalankan. Namun selayaknya kita berbelanja, apalagi ini sebuah bisnis, tentu saja perlu kejelian dan kehati-hatian dalam memilih, dapatkan informasi yang lengkap dan detai untuk bisnis yang diminati.

Berikut ini adalah tips bagi pengunjung yang ingin memilih usaha franchise :

  1. Pilih jenis usaha yang sesuai  minat (passion) : Menjalankan usaha yang sesuai dengan minatnya akan sangat membantu karena dijalankan dengan rasa senang dan motivasi yang lebih.
  2. Pertimbangkan investasi yang paling nyaman, sesuai dengan kemampuan.
  3. Kenali Track Record / Reputasi Franchisor  : Gali informasi sebanyak-banyaknya mulai dari berapa lama bisnisnya sudah dijalankan, berapa jumlah outletnya, bagaimana perkembangannya, bagaimana program trainingnya, apa supportnya , apa program brandingnya, bagaimana research & developmentnya dll. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan.
  4. Teliti prospek pasar/market/customer : Pastikan franchisor bisa menjelaskan siapa target market bisnisnya, berapa besar dan berapa lama trend bisnisnya bisa bertahan.
  5. Buat analisis keuangan (ROI / Payback) : Setelah mendapatkan informasi yang detail, ada baiknya coba buat analisa keuangan untuk memperoleh gambaran apakah bisnis yang diminati feasible atau tidak.
  6. Cari informasi dari Franchisee yang telah ada : Lakukan pengamatan sendiri pada outlet yang telah ada, bila memungkinkan mendapatkan informasi langsung dari franchiseenya.
  7. Pelajari isi Perjanjian (hak & kewajiban para pihak) : Pelajari isi perjanjian secara seksama pasal per pasal, minta waktu yang cukup untuk mempelajarinya, bila diperlukan minta pendapat dari konsultan hukum. Lakukan diskusi dengan franchisor bila ada hal-2 yang perlu penjelasan detail dan samakan persepsi. Berhati-hati diawal sebelum menandatangani perjanjian akan membantu terhindar dari masalah dikemudian hari.
  8. Franchisor yang berpengalaman lebih memberikan keyakinan bagi franchiseenya karena pengalaman itu yang dibagikan dan dijadikan panduan bagi penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi di dalam menjalankan bisnisnya (franchisor mampu menjadi guru bagi franchiseenya)

Dalam sebuah event  pameran franchise,banyak pihak yang terlibat didalamnya seperti Event Organizer, Pemilik Usaha franchise, Kontraktor, Konsultan, Asosiasi, Media, bidang usaha pendukung lainnya dan tentu calon pengunjung itu sendiri yang semuanya punya tujuan dan target masing-masing.  Dalam event ini masing-masing pihak bisa saling memanfaatkan situasi, saling bersinergi, saling bersosialisasi menciptakan networking dan tidak tertutup kemungkinan munculnya ide-ide baru serta kerjasama usaha yang saling menguntungkan.

Ada Asosiasi dan konsultan yang  terkait dengan event pameran franchise dimana para pengunjung dan juga peserta bisa memanfaatkan moment ini untuk berkonsultasi, bertanya jawab, berbagi dan menjelaskan bagaimana memilih usaha franchise dan atau bagaimana menjadi pengusaha franchise yang baik.  Dalam event pameran sering juga ada Seminar, Talkshow, Sharing forum atau Business Matching yang jangan sampai dilewatkan. Semua kegiatan itu lebih bertujuan memberikan pemahaman yang jelas pada para franchisor , franchisee dan pengunjung pada umumnya mengenai seluk beluk berbisnis dengan franchising agar dalam menjalankan bisnisnya agar selalu on the track dan tidak menyalahi peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selamat berpameran

Salam,

Evi Diah Puspitawati                                                                        

Associate Consultant

International Franchise Business Management

Kantor Konsultan Franchise
Menara KADIN 30th Fl
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 kav. 2-3
Jakarta 12190 – Indonesia
Ph.:(62-21) 52994547 (hunting), Fax. (62-21) 52994599

 

 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!