Pameran Franchise – Membeli Bisnis Franchise di Pameran

Pameran franchise  tanggal 14 hingga 16 September 2012 ini di JCC (Jakarta Convention Center), Jakarta, diadakan pameran franchise. Pameran ini termasuk salah satu pameran franchise yang besar di Indonesia, yang diikuti oleh lebih dari 130 pemilik bisnis yang ingin menawarkan duplikasi bisnis mereka untuk dijalankan oleh orang lain.

Pameran franchise dan Seperti biasa, para pengunjung yang memanfaatkan pelayanan free konsultasi kami rata-rata bertanya: “franchise apa yang bagus?”

Hal utama yang perlu dipahami adalah bahwa bisnis yang paling bagus adalah bisnis yang sesuai dengan minat kita. Bukan bisnis yang memberikan keuntungan besar atau keuntungan terbesar. Juga bukan bisnis yang paling populer atau sedang menanjak namanya. Bisnis yang sesuai dengan minat kita akan kita jalankan dengan “hati” (passion), sehingga semua kendala yang mungkin timbul akan terasa sebagai tantangan, bukan sebagai masalah. Sebaliknya, sebuah bisnis yang mudahpun bila tidak sesuai dengan minat akan terasa mengesalkan, walaupun kendala yang timbul hanyalah masalah yang sepele.

Hal lain adalah, bahwa tidak semua peserta pameran franchise adalah perusahaan franchise. Ada juga yang hanya menjual kesempatan berbisnis (di Indonesia umum disebut Business Opportunity atau BO), tetapi bukan  franchise. Bahkan juga ada yang menawarkan bisnis dengan metoda lisensi. Jadi, pahami dulu bisnis yang dipresentasikan.

Kadang kala kita bertanya, bisnis ini franchise atau bukan ya? Yang termudah, tanyakan apakah mereka memiliki STPW (Surat Tanda Pendafaran Waralaba). Tapi ada kalanya surat tersebut masih dalam pengurusan, sehingga tidak dapat ditunjukan. Di Asia, ada dua negara yang pemerintahnya memiliki peraturan franchise untuk melindungi para franchisee, yaitu Indonesia dan Malaysia. Peraturan franchise di Indonesia ada dalam Peraturan Pemerintah No. 42, tahun 2007, tentang waralaba serta Peraturan Mentri Perdagangan No.53 tahun 2012 (baru terbit bulan September ini menggantikan PerMenDag No. 31, tahun 2008). Peraturan ini dapat diunduh di website Kementrian Perdagangan. Ketentuan pemerintah ini dapat dijadikan patokan untuk mengetahui apakah bisnis yang anda incar adalah sistem franchise atau bukan. Ada 6 (enam) ketetapan yang ditentukan, yaitu memiliki ciri khas usaha, terbukti sudah memberikan keuntungan, memiliki prosedur kerja standar secara tertulis, mudah diajarkan dan diaplikasikan, dapat memberikan dukungan yang berkesinambungan, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang sudah terdaftar.

Adapun yang dimaksud dengan memiliki ciri khas, bahwa sebuah bisnis memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan bisnis yang sama. Tanyakan saja apa bedanya bisnis franchisor dengan bisnis sejenis lainnya. Mengenai sudah memberikan keuntungan biasanya bergantung dari reputasi merk bisnis, paling tidak sesuai dengan PP No.42, dijelaskan bahwa bisnis mereka sudah berjalan minimal 5 (lima) tahun (tertera dalam lampiran penjelasan PP No.42 untuk pasal 3b). Tentang standar prosedur kerja yang tertulis adalah manual kerja atau SOP (Standard Operating Procedure), yaitu cara menjalankan bisnis. Hal mudah diajarkan dan diaplikasikan, sangat berhubungan erat dengan jenis dan model pelatihan yang akan diberikan. Yang perlu anda camkan mengenai pelatihan adalah bahwa franchisor tidak mungkin dapat (begitu pula halnya anda dalam menyerap pelatihan) dapat men-transfer semua pengetahuan dan pengalaman sukses yang bertahun-tahun dijalankan dalam waktu singkat. Dibutuhkan pengulangan-pengulangan serta teknik yang baik dalam pelaksanaannya. Inilah sebenarnya salah satu hal yang dimaksudkan dengan dukungan yang berkesinambungan. Hal lain dalam bantuan dan dukungan yang juga penting adalah mengenai metode pemasaran, termasuk didalamnya cara memulai bisnis (start up) dan branding. Tanyakan program-program pemasaran apa saja yang akan dilakukan oleh franchisor guna mendukung brand serta bisnis yang akan anda jalankan. Terakhir adalah mengenai HKI, yaitu brand franchisor yang akan anda pakai. Bila merk dan atau brand mereka belum terdaftar, akan sangat mungkin menimbulkan pertikaian dengan orang lain yang memakai brand atau merk yang sama.

Pada dasarnya, tidak ada bantuan yang sempurna, oleh sebab itu ukurlah kemampuan anda. Hal yang paling ideal adalah bila bantuan mereka dan kemampuan anda dapat bersinergi. Perlu anda ingat, hal terpenting dalam bisnis franchise adalah bahwa franchisee dapat dan mau bekerjasama dengan franchisor.

Beberapa saran tambahan yang ingin kami berbagi ialah, dalam menjalankan bisnis dengan sistem franchise, anda harus bekerja keras. Sukses bisnis tersebut bergantung pada kerja keras anda. Bila anda hanya ingin sekedar berinvestasi, carilah instrumen bisnis yang sesuai, misal deposito, bursa saham, dan lain-lain. Bantuan dari franchisor adalah nasihat bisnis yang terkonsep atas dasar pengalaman sukses mereka.  Bantuan ini akan memperkecil resiko bisnis yang anda jalankan dan mempercepat usaha anda untuk mencapai sukses, sesuai dengan pengalaman sukses franchisor.

Anda mandiri, tapi tidak sendiri.

Selamat berbisnis franchise.

Ir. Royandi Yunus . MBA

International Franchise Business Management

Kantor Konsultan Franchise
Menara KADIN 30th Fl
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 kav. 2-3
Jakarta 12190 – Indonesia
Ph.:(62-21) 52994547 (hunting), Fax. (62-21) 52994599

 

1 Comment

  1. lismawati

    saya ingin mencoba suatu usaha yang berjangka panjang tapi dengan modal yg tidak terlalu besar

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!