Paradigma Franchise : Memfranchisekan bisnis VS Tetap Menjadi Pemilik Outlet Saja

Mengembangkan bisnis dengan sistem franchise tentunya memiliki beberapa keunggulan. Namun untuk mencapai ini memang membutuhkan persiapan yang tidak mudah. Salah satu persiapan yang cukup krusial yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan perubahan paradigma. Perubahan paradigma yang dimaksud disini adalah perubahan terhadap cara pandang dalam berbisnis, dari yang ketika outlet masih milik sendiri (owned outlet) dengan ketika sudah menjadi franchisor (outlet ada yang dimiliki oleh franchisee).

Perubahan paradigma akan terjadi ketika mulai beralih dari pemilik bisnis saja menjadi sebuah perusahaan franchise. Sebagai sebuah perusahaan franchise (franchisor) tentu ada perbedaan yang terjadi dibanding ketika masih menjadi pemilik outlet saja. Perbedaan inilah yang perlu penyesuaian agar dapat sukses dalam menjalankan bisnis franchise-nya. Perbedaan mendasar yang harus terjadi, diantaranya berkaitan dengan produk yang dijual, target market, proses yang dikerjakan, dan sumber pendapatan.

Berikut beberapa perbandingan perubahan paradigma antara menjadi franchisor atau tetap menjadi pemilik outlet saja:

Memfranchisekan bisnis atau tidak

Berdasarkan tabel perbandingan diatas dapat terlihat bahwa ketika memiliki outlet saja atau sebelum memfranchisekan bisnis (menjadi franchisor), maka produk yang dijual adalah produk atau jasa yang dihasilkan oleh outlet. Misalnya untuk sebuah bisnis restoran, maka produk yang dijual adalah makanan dan minuman yang dihasilkan oleh restoran tersebut. Sedangkan ketika sudah memfranchisekan bisnis, maka “produk” yang dijual oleh franchisor bukan lagi makanan dan minuman melainkan bisnis restoran.

Akibatnya cara pandang terhadap produk yang dijual ini mempengaruhi cara berinteraksi dengan calon pelanggan (target market). Ketika menjadi franchisor, maka target market-nya adalah orang-orang yang memiliki cukup modal, memiliki ketertarikan pada bidang kuliner serta memiliki passion terhadap bisnis restoran. Ini jelas berbeda dengan target market restoran itu sendiri, karena yang dijual oleh restoran makanan dan minuman, maka target market-nya mungkin adalah orang-orang yang membutuhkan makanan dan minuman lezat, higienis, pelayanan cepat dan baik.

5-ways-new-company-success1Oleh karena itu, proses bisnis yang dikerjakan oleh franchisor juga berubah, dari yang biasanya mengerjakan pekerjaan operasional di outlet, ditambah dengan kegiatan marketing dan administrasi di outlet, menjadi kegiatan training, branding dan marketing paket franchise-nya. Kegiatan training perlu dilakukan oleh franchisor, agar franchisee dan karyawannya bisa optimal dalam menjalankan outlet. Lalu kegiatan branding dilakukan oleh franchisor untuk meningkatkan value dari brand yang dimilikinya, tujuannya agar semakin populer dan bagus pencitraan dari brand tersebut sehingga membantu para franchisee dalam menjual produk dan jasanya. Selanjutnya, kegiatan marketing paket franchise perlu dilakukan oleh franchisor untuk mendapatkan franchisee baru, karena franchisor tentunya punya perhitungan jumlah franchisee yang optimal agar bisnis franchise-nya berjalan efisien. Sehingga untuk mencapai itu perlu dilakukan kegiatan marketing untuk mendapatkan franchisee baru.

Dari berbagai proses bisnis yang dilakukan oleh franchisor tersebut, maka sumber pendapatannya pun menjadi berbeda, yaitu franchise fee, royalty fee, advertising fee dan lain sebagainya. Sedangkan ketika memiliki outlet saja  atau sebelum memfranchisekan bisnis (menjadi franchisor), maka sumber pendapatannya adalah hasil penjualan produk atau jasa yang dijual dioutlet saja. Bahkan franchisor juga masih memiliki potensi pendapatan dari pemasukan outlet miliknya sendiri.

Dari penjelasan di atas dapat terlihat bahwa ketika menjadi franchisor, maka terjadi perubahan produk yang dijual, sehingga karena produk yang dijual berubah, maka target market-nya juga ikut berubah. Karena target market berubah, maka proses bisnis yang dikerjakan juga ikut berubah yang akibatnya sumber pendapatan juga ikut berubah. Oleh karena itulah disebut perlu terjadi perubahan paradigma ketika ingin memfranchisekan bisnis.

Untuk berdiskusi lebih banyak mengenai bisnis franchise dan tahapan memfranchisekan bisnis silahkan email ke wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com

 

Salam Franchise,

 

Wahdi Fakhrozy
wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com
International Franchise Business Management
 Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta

 

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video