Peluang Bisnis Franchise – Mengapa Harus Training ?

Peluang bisnis franchise jika Sebuah usaha dikatakan sukses bila dalam kurun waktu yang panjang dan berkesinambungan dapat mempertahankan kualitas produk dan  pelayanan yang sama kepada setiap pelanggan. Lalu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan sukses seperti itu? Salah satu kunci utamanya adalah TRAINING.

Mengapa training begitu penting?

Dalam sebuah usaha yang menggunakan sistem franchise, salah satu persyaratan yang harus dijalankan oleh franchisee adalah penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang benar dan konsisten. Hal tersebut tidak selalu mudah dijalankan,  pengalaman beberapa franchisor banyak mendapatkan kendala dalam penerapannya, mari kita telusuri penyebabnya:

  1. Franchisee datang dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda : sejak awal seleksi franchisee memang harus sudah dijelaskan aturan main dalam franchise, dalam banyak hal franchisee harus tunduk pada aturan franchisor, oleh karena itu bila dalam proses seleksi dirasakan ada hal-hal yang kemungkinan akan menjadi kendala, sebaiknya tidak dipaksakan. Franchisor membutuhkan franchisee yang selain punya cukup modal tapi juga punya komitmen yang tinggi untuk menjalankan aturan.
  2. Franchisee cenderung ingin mudah dan murah : Aturan sering kali membuat orang ingin melanggarnya karena diatur membuat sebagian orang merasa kesulitan dan menimbulkan biaya, padahal dengan melanggar peraturan pada akhirnya akan membuat biaya menjadi lebih tinggi lagi untuk memperbaikinya.
  3. Franchisee menganggap sistem franchise akan berjalan dengan sendirinya : Salah kaprah dan salah persepsi tentang franchise memang menjadi tantangan tersendiri, kebanyakan menganggap bahwa dengan menjalankan usaha franchise maka sistem akan bekerja dengan sendirinya dan menjamin sukses usaha.
  4. Kurang matangnya training : Kualitas training ditentukan oleh siapa trainernya, kapan dilaksanakannya, dimana tempatnya, berapa lama waktunya, bagaimana methodenya ,  apa materinya dan bagaimana evaluasinya.
  5. Tingginya turn over karyawan : Pada kenyataannya turn over karyawan di restoran merupakan yang cukup tinggi dibandingkan bidang usaha lainnya, banyak faktor yang menyebakan hal ini terjadi, misalnya : jam kerja yang terlalu panjang yang menyebakan kejenuhan dan kelelahan, sistem remunerasi yang kurang baik, pekerjaan yang kurang terarah, kurang koordinasi, kurang komunikasi, persaingan tidak sehat dan kurang motivasi.
  6. Kurangnya pengawasan : Kontrol merupakan kunci utama untuk memastikan sebuah sistem berjalan dengan baik atau tidak, fungsi kontrol sering tidak berjalan sebagaimana mestinya karena kurang jelas penugasan dan pendelegasian.

Training  adalah salah satu jalan menuju sukses franchisee, karena disanalah ada transfer of knowledge dan sistem duplikasi usaha bisa direalisasikan.

Saat ini calon franchisee sudah mulai kritis dalam memilih franchisor. Mereka ingin memastikan uang yang mereka investasikan bisa kembali dalam waktu yang relatif singkat, menguntungkan dan menjadikan usaha untuk jangka panjang. Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan adalah bagaimana program training yang dimiliki franchisor. Latar belakang yang berbeda seharusnya tidak menjadi kendala karena franchisor harus memastikan bisnisnya teachable & applicable (bisa diajarkan dan diaplikasikan).

Peluang bisnis franchise  Training  adalah sebuah proses seni mengajar dan belajar  yang tidak akan pernah berakhir, bisa membuang banyak waktu dan biaya tapi ini adalah sebuah proses yang akan memberikan informasi bagaimana menjadi sukses. Beberapa franchisor menekankan pada usaha untuk menguatkan training di lini depan untuk mendapatkan landasan bisnis yang kuat.

Franchisor yang baik  memastikan  bahwa saat franchisee memulai mengoperasikan usahanya mereka memahami masalah Operasional, Recruitment, Training, Service, Inventory , Marketing & promotion, Administrasi dan Keuangan .

Program training bisa juga menjadi peluang bisnis franchise yaitu profit center bagi franchisor untuk on going training para franchisee dan karyawan franchisee bahkan bisa  juga untuk kalangan diluar bisnis franchise ini asalkan dikelola secara professional.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam hal training:

  • Apa, dimana, bagaimana dan berapa lama serta berapa biaya yang diperlukan untuk training franchisee, bagaimana dengan biaya transportasi dan akomodasi?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas training, apakah bacground kita cukup sebagai trainer?
  • Apakah ada pilihan lain bila ternyata staff training tidak bisa datang untuk menjalankan tugasnya?
  • Apakah kurrikulum trainingnya cukup komprehensif?,  berapa kelas training yang diperlukan? Apakah para trainer mengetahui secara jelas mengenai operasional, financial, merketing dan aspek bisnisnya?
  • Training harus dilakukan sebelum  dan sesudah outlet franchisee buka.
  • Training yang baik adalah memastikan bahwa kita dan staff mempunyai tujuan yang sama untuk menjadikan produk dan service yang baik.

 

Output training adalah Franchisee memahami :

  • Standard operating Procedures (SOP).
  • Safety product for food and non food technique.
  • Leadership dan business management.
  • Problem solving.
  • Handling customer.
  • Brand positioning
  • Merchandising and pricing product method.
  • Marketing and advertising.
  • Labor mangement (recruitment, supervision, dan motivation.)
  • Training staff technique.
  • Cleanliness and Maintainance.
  • Security and Safety.
  • Vendor relationship, purchasing, receiving and inventory .
  • Financial and business management.
  • Management information system (MIS) .
  • Internal external communication.
  • Site selection, constrction, landscaping and  outlet design.

 

Pastikan anda bisa memberikan training yang efektif dan berkelanjutan

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!