Pengertian Franchise – Arti Waralaba

FRANCHISE11Definisi franchise atau pengertian franchise saat ini masih kurang dipahami oleh masyarakat kita. Arti franchise yang dikenal luas selama ini adalah dimana seorang franchisee/investor dapat menginvestasikan dananya untuk mendapatkan hasil dikemudian hari, tanpa harus ikut terlibat dalam kegiatan usaha. Padahal dalam pemahaman franchise yang berlaku secara global, secara sederhana franchise dipahami sebagai proses duplikasi usaha yang sudah sukses untuk dimiliki dan dijalankan oleh orang lain. Disini jelas terdapat perbedaan pemahaman franchise. Karena dalam pemahaman secara global, franchisee membeli bisnis franchise untuk dimiliki dan dijalankan sendiri. Namun bisnis franchise yang dibeli ini haruslah yang sudah sukses. kriteria sukses untuk sebuah franchise pernah dibahas pada artikel lain yang berjudul “KRITERIA USAHA FRANCHISE”

Dari arti franchise yang dijelaskan di atas dapat dipahami jelas bahwa usaha yang ditawarkan dengan pola franchise itu, sebaiknya bukanlah usaha yang baru dirintis, atau malah baru ide. Melainkan harus sudah berjalan terlebih dahulu. Franchisor sebagai pemberi waralaba juga perlu berpengalaman untuk mengelola cabang agar dapat memahami seluk beluk usaha yang memiliki lokasi yang berbeda-beda. Tujuannya adalah agar franchisor “mastery” dalam bisnis yang dijalankannya.

Namun banyak kejadian di lapangan saat ini, franchisor kurang tepat dalam memahami pengertian franchise ini. Franchisor yang kurang memahami arti franchise seperti ini, umumnya menganggap pola franchise adalah cara cepat untuk mengumpulkan tambahan modal dari uang investasi yang dibayarkan oleh calon franchisee-nya. Kejadian seperti ini lazim terjadi di pola hubungan franchisee dan franchisor di Indonesia. Namun pola seperti inilah yang sebenarnya menjadi bumerang bagi franchisor. karena apabila franchisor kurang baik dalam membina hubungan dengan para franchisee-nya sangat mungkin akan merusak citra/brand dari perusahaan itu sendiri. Hal ini sebaiknya sangat dihindari oleh pengusaha kita, karena membangun citra baik dari perusahaan bukan perkara yang mudah, membutuhkan perjuangan panjang. Jadi sebaiknya jangan sia-siakan perjuangan membangun brand yang ingin difranchisekan hanya karena terburu-buru ingin mendapatkan “uang di depan”. Karena pada hakikatnya ukuran kesuksesan dari sebuah franchise yang baik adalah bukan banyaknya jumlah outlet franchisee yang dapat dibuka, melainkan berapa lama hubungan franchisor-franchisee dapat terjalin. Atau bahasa sederhananya:

“Franchise itu sebaiknya bukan berorientasi pada ‘banyak-banyakan’ outlet, tetapi pada ‘lama-lamaan’ hubungan franchisor sama franchisee-nya”.

Salam Franchise,

Wahdi Fakhrozy
THE FRANCHISE CONSULTANT
wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com
International Franchise Business Management
Member of World Franchise Associate (WFA)
 Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3

Jakarta

1 Comment

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!