Pengalaman Buruk yang Sering di Alami Franchisor

February 28, 2019

Dalam hubungan antara franchisor dan franchise, tidak selalu pengalaman baik yang terjadi. Tidak jarang ada pengalaman yang kurang menyenangkan yang dirasakan oleh kedua belah pihak. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai pengalaman yang kurang menyenangkan yang terjadi, dari sudut pandang franchisor.

Sebagai franchisor, tentu berharap memiliki mitra yang kooperatif dan baik dalam menjalankan bisnis franchisenya. Namun ketika yang terjadi adalah sebaliknya, maka mungkin perlu persiapan langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh franchisor. Pengalaman buruk yang cukup sering dialami oleh franchisor dalam hubungan dengan franchisee diantaranya:

Kejadian franchisee yang menunda atau bahkan menolak membayar royalty, sering terjadi karena franchisee merasa bisnisnya kurang untung sehingga berat untuk membayar royalty. Untuk kasus seperti ini Franchisor harus bisa memberikan pengertian bahwa royalty yang dibayarkan tersebut dapat digunakan oleh franchisor untuk memberikan program dukungan agar penjualan franchisee lebih meningkat.

Kejadian franchisee yang mengganti bahan baku dari supplier lain, biasanya terjadi karena franchisee merasa dapat membeli dengan harga yang lebih murah untuk spesifikasi bahan baku yang sama seperti yang dipasok oleh franchisor. Oleh Karena itu, franchisor perlu mengantisipasi dengan memastikan bahwa bahan baku yang dipasok merupakan bahan baku yang spesifik yang hanya dimiliki oleh franchisor atau franchisor perlu memastikan bahan baku yang dipasok kepada franchisee merupakan harga yang termurah dengan standar kualitas yang baik.

Kejadian franchisee yang membuka usaha sejenis dengan usaha yang dijalankan oleh franchisor, biasanya terjadi karena franchisee merasa kurang mendapat support dari franchisor, padahal potensi bisnis yang sedang dijalankan masih cukup besar, sehingga jalan yang ditempuh adalah membuka tambahan outlet sendiri dengan nama yang berbeda tanpa sepengetahuan franchisor.

Kejadian lain yang mungkin terjadi adalah putusnya hubungan kerjasama sebelum berakhirnya masa kerjasama. Pengakhiran masa kerjasama ini bisa karena permintaan franchisee atau permintaan franchisor. Oleh karena itu, penting untuk menjaga komitmen yang sudah disepakati diawal, agar menghindari putusnya kerjasama ditengah masa kontrak. Bentuk lain yang terjadi berkaitan dengan pengakhiran kerjasama ditengah masa kontrak adalah pengalihan outlet milik franchisee kepada pihak lain yang tidak melalui proses seleksi dari franchisor selaku pemilik merek. Proses pengalihan ini bisa dengan cara dijual atau memang dipindahtangankan saja pengelolaannya.

Keluhan dari franchisee yang juga sering terjadi karena merasa barang yang dibeli dari franchisor harganya lebih mahal dari supplier lain yang ditemui oleh franchisee. Ini mungkin terjadi karena franchisor melakukan mark up harga bahan baku yang disuplai ke franchisee terlalu tinggi sehingga barang yang dijual oleh franchisee tidak lagi kompetitif dipasaran. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan dari franchisor kepada franchisee dalam menjalankan bisnisnya adalah dengan menjaga kontinuitas pasokan bahan baku serta harga bahan baku yang bersaing atau bahkan lebih murah agar keuntungan franchisee dapat optimal.

Kejadian lain yang paling fatal yang pernah terjadi, dimana franchisor belum mendaftarkan mereknya sebagai Hak Kekayaan Intelektual miliknya sehingga franchiseenya yang “nakal” malah mendaftarkan merek milik franchisor tersebut sebagai milik franchisee. Oleh karena itu sebelum memfranchisekan bisnis franchisor harus memastikan terlebih dahulu bahwa merek yang ditawarkan kepada franchisee sudah benar-benar dimiliki.

Semoga berbagai pengalaman kurang menyenangkan yang pernah terjadi pada franchisor seperti contoh di atas tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi franchisor baru atau calon-calon franchisor. Apabila ada hal mengenai franchise yang ingin didiskusikan, silahkan hubungi saya di wahdifakhrozy@ifbm.co.id

Selamat Berbisnis !

Salam,

Wahdi Fakhrozy

THE FRANCHISE CONSULTANT

wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id

wahdifakhrozy@ifbm.co.id

International Franchise Business Management

Member of World Franchise Associate (WFA)

 Menara Kadin Indonesia

Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3

Jakarta