Tantangan Waralaba Lokal di tahun 2014

artikel ini juga pernah dipublikasikan di Majalah Pengusaha edisi Desember 2013

HopeTanpa terasa tahun 2013 sudah mendekati akhir, yang artinya akan memasuki tahun baru di 2014. Berbagai peluang tentu akan muncul seiring bagusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan beberapa ahli ekonomi mempredisikan di tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dapat stabil di atas angka 6%. Situasi ini tentu sangat mengembirakan bagi pelaku usaha dalam negeri, termasuk di dalamnya pelaku usaha waralaba lokal.

Dibalik itu semua tentunya Indonesia akan menjadi sangat menarik bagi pebisnis asing. Banyak pebisnis asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia. Terlebih lagi Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Penduduk Indonesia yang hampir mencapai 250 juta jiwa, tentunya merupakan market yang sangat potensial bagi setiap pebisnis, baik pebisnis asing maupun pebisnis lokal.

Tantangan yang akan dihadapi oleh pebisnis lokal akan bertambah kompleks karena pada tahun 2015 mendatang Indonesia akan memasuki Asean Economic Community (AEC), dimana negera-negara Asia Tenggara akan mengintegrasikan ekonomi regional-nya karena memiliki banyak kesamaan latar belakang. Kesamaan yang dimiliki oleh negara-negara Asia Tenggara meliputi sosial-budaya, ideologi politik dan ekonomi. Dengan adanya AEC atau biasa disebut juga dengan masyarakat ekonomi Asean ini, tentunya membuka persaingan yang lebih ketat lagi bagi pengusaha dalam negeri, khususnya antara pebisnis lokal dengan pebisnis dari kawasan regional Asia Tenggara.

Jadi dapat dikatakan bahwa tahun 2014 mendatang merupakan tahun persiapan akhir bagi pebisnis dalam negeri untuk berkompetisi dengan pebisnis negara tetangga. Bagi pebisnis waralaba lokal, tantangan ini tentunya juga akan terasa, karena akan banyak merek-merek waralaba asing yang siap masuk ke Indonesia. Dapat dibayangkan apabila pebisnis waralaba lokal kurang antispasi, bisa-bisa pasar yang selama ini dimiliki oleh pebisnis waralaba lokal tergerus oleh waralaba asing.

Sebagai langkah persiapan, ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan waralaba lokal agar dapat “menang bersaing” dengan waralaba asing, yaitu:

  • Merancang Konsep Bisnis yang sederhana agar mudah diduplikasi

Konsep bisnis dapat diartikan sebagai gagasan operasional usaha dan gagasan pengelolaan jaringan usaha yang ingin dibangun dengan tujuan untuk dapat menyajikan produk/ jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Duplikasi usaha dengan sistem waralaba sangat menuntut standarisasi. Oleh karena itu, agar mudah dalam membuat standarisasi, maka diperlukan kreatifitas dalam merancang konsep bisnis. Konsep bisnis yang tidak terlalu rumit, mudah untuk diajarkan serta memiliki keunikan akan memiliki keunggulan dalam proses duplikasi dengan sistem waralaba.

  • Membangun Sistem yang berstandar global

Dalam membangun sebuah usaha waralaba, selain memerlukan konsep yang matang, juga perlu mempersiapkan sistem usaha. Sistem yang dimaksud di sini adalah proses interaksi antar elemen-elemen sistem yang saling berhubungan untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi dalam mencapai tujuan. Dalam usaha waralaba, sistem dibangun dengan tujuan untuk memudahkan pengelolaan unit usaha maupun pengelolaan jaringan usaha waralaba.

Efektifitas dan efisiensi dari setiap aliran proses merupakan kunci kesuksesan sebuah sistem yang dijalankan. Oleh karena itu, sistem yang ada saat ini perlu dievaluasi secara berkala agar dapat dilakukan perbaikan secara berkesinambungan. Perbaikan secara berkesinambungan (continuous improvement) dilakukan agar sistem yang dibangun semakin baik dan mengikuti tren bisnis. Perbaikan yang berkesinambungan ini dilakukan terus menerus agar dapat mencapai standar global. Apabila bisnis sudah dapat mencapai standar global, maka bisnis tersebut dapat dengan mudah diterima diberbagai negara.

  • Merekrut Sumber Daya Manusia yang profesional

Penyusunan konsep yang matang dan didukung dengan sistem yang efektif masih perlu dilengkapi dengan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia handal dibutuhkan untuk mengeksekusi seluruh konsep dan sistem yang telah disusun sebelumnya. Oleh karena itu, perlu melakukan rekrutmen terhadap sumber daya manusia yang profesional. Sumber daya manusia profesional dapat dilihat dari kompetensi dalam bidang yang dikuasainya.

Dalam merekrut sumber daya manusia yang memiliki kompetensi baik, tentunya perlu mencocokan kompetensi individu tersebut dengan dengan kebutuhan kompetensi dimasing-masing jabatan di organisasi. Jadi selain mengenali kompetensi sumber daya manusia yang akan direkrut, pebisnis juga perlu memahami betul kompetensi disetiap jabatan yang dibutuhkan oleh organisasinya.

Global Franchise Company

Dari 3 hal yang dipersiapkan di atas, dapat terlihat bahwa untuk menjadi sebuah perusahaan franchise yang berstandar global membutuhkan konsep bisnis simpel namun dapat “menang bersaing”, lalu ditopang dengan sistem yang berstandar global dan dijalankan oleh sumber daya manusia yang profesional. Dengan demikian perusahaan franchise tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan yang berstandar global yang menyebrang negara bahkan benua.

Ketiga langkah di atas dapat dilakukan oleh pebisnis lokal kita dalam mempersiapkan diri sebelum menghadapi AEC 2015. Waktu 1 tahun ke depan bukan waktu yang singkat dalam melakukan persiapan, tetapi memaksimalkan waktu yang ada jauh lebih baik dari pada menunggu kompetitor waralaba asing masuk semakin banyak ke Indonesia. Kita sebagai orang Indonesia tentunya ingin menjadi pelaku dan turut berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Bahkan sudah saatnya waralaba lokal dapat “naik kelas” menjadi merek global, dan sekaligus menjadi duta bangsa di luar negeri. Go Franchise Indonesia!!

bila ada yang ingin didiskusikan mengenai franchise, jangan ragu kirim email ke saya di wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com

salam,

Wahdi Fakhrozy
International Franchise Business Management ( IFBM )
Franchise Consultant Firm
Gandaria 8 Office Tower
8/Fl  Jl.Sultan Iskandar Muda
Jakarta 12240
Phone: 021-29851612
Fax     : 021-29851601


army-navy-b-tn

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video