Tips Menyusun Perjanjian Waralaba

Salah satu komponen persiapan yang perlu dimiliki ketika akan mewaralabakan usaha adalah perjanjian waralaba. Perjanjian waralaba akan menjadi dasar hukum yang mengikat bagi pemberi waralaba (franchisor) dan penerima waralaba (franchisee). Sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam masa kerjasama waralaba nantinya akan mengacu pada poin-poin pasal perjanjian waralaba yang ditandatangani kedua pihak tersebut.

Oleh karena itu, sebelum menyusun perjanjian waralaba, pemberi waralaba wajib untuk memahami betul kelebihan dan kelemahan dari bisnisnya. Hal ini dilakukan supaya bisa dimasukkan menjadi bagian yang diperjanjikan kepada mitra penerima waralabanya. Berikut kiat sederhana yang dapat dilakukan ketika menyusun perjanjian waralaba:

  1. Petakan kembali kelebihan dan kelemahan bisnis Anda

Ketika membuat perjanjian sebaiknya kenali betul kelebihan bisnis Anda agar dapat dimasukkan menjadi salah satu poin dukungan Anda yang dapat diberikan kepada franchisee. Sehingga ini akan memberikan nilai tambah dan keyakinan kepada franchisee tersebut, bahwa franchisornya memiliki kapabilitas untuk memberikan dukungan. Selain itu, penting juga untuk mengenali kekurangan dari bisnis Anda, sehingga dapat diproteksi dalam poin-poin perjanjian untuk menghindari tuntutan dikemudian hari oleh franchisee.

  1. Buatlah perjanjian menjadi standar

Penting untuk membuat perjanjian waralaba ini menjadi standar, sehingga seluruh franchisee Anda akan mendapatkan format perjanjian yang sama. Franchisor akan sangat kesulitan ketika perjanjian kepada setiap franchisee menjadi berbeda-beda sesuai dengan kesepakatannya masing-masing. Sehingga apabila ada masalah dengan salah satu franchisee, franchisor perlu memberikan perlakuan khusus satu per satu terhadap masing-masing franchiseenya. Hal ini tentu akan sangat merepotkan apabila sudah memiliki banyak franchisee.

  1. Upayakan seluruh pasal dibuat lengkap dan jelas

Ketika menyusun perjanjian waralaba, perlu memastikan bahwa perjanjian waralaba tersebut lengkap dan jelas. Hal ini untuk menghindari terjadinya multi tafsir terhadap poin-poin perjanjian dari para franchisee. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk membaca berulang kali draft perjanjian franchise waralaba secara detail sebelum diberikan kepada calon franchisee.

  1. Pastikan sistematika perjanjian urut

Sistematika perjanjian dibuat urut agar mudah dipahami oleh calon franhisee. Karena sebagai franchisor, memiliki perjanjian yang lengkap dan jelas saja belum cukup apabila isi perjanjian tersebut tidak dipahami oleh franchisee Anda. Oleh karena itu, perlu ada sesi khusus yang dibuat oleh franchisor untuk memastikan franchiseenya paham isi perjanjian franchise sebelum penandatanganan perjanjian. Apabila sistematika dibuat urut, franchisor akan lebih mudah menjelaskannya kepada franchisee.

  1. Konsultasikan draft perjanjian yang Anda susun

Ada baiknya draft perjanjian waralaba yang sudah disusun untuk dikonsultasikan kepada ahli hukum atau konsultan waralaba untuk mendapatkan saran dari sudut pandang lain. Hal ini dilakukan agar mendapatkan saran dari professional, karena biasanya perjanjian yang disusun oleh franchisor sangat berorientasi kepada kepentingan franchisor dan kurang berimbang kepada kepentingan franchisee.

Demikian sedikit tips ketika menyusun perjanjian waralaba. Satu lagi hal penting ketika menyusun perjanjian waralaba, hindari mencontoh perjanjian waralaba dari pihak lain untuk dijadikan draft perjanjian waralaba bisnis Anda. Karena keunikan, kelebihan serta kekurangan masing-masing bisnis tentu berbeda-beda. Perjanjian waralaba sebenarnya adalah tools bagi pemilik bisnis waralaba untuk melindungi keunikan bisnisnya atau memproteksi kekurangan bisnisnya, maka ketika Anda mencontoh draft perjanjian waralaba dari pihak lain, maka saat itu Anda sudah kehilangan keunikan atau bahkan kekurangan bisnis Anda tidak terproteksi dengan baik dalam perjanjian.

Semoga penjelasan di atas memberikan inspirasi buat Anda yang sedang menyusun perjanjian waralaba. Atau jika Anda masih kesulitan dalam menyusun perjanjian waralaba, Silahkan kontak saya di wahdifakhrozy@ifbm.co.id

Selamat Berbisnis!!

Salam,

 

 

Wahdi Fakhrozy

THE FRANCHISE CONSULTANT

wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id

wahdifakhrozy@ifbm.co.id

International Franchise Business Management

Member of World Franchise Associate (WFA)

 Menara Kadin Indonesia

Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3

Jakarta

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video