UKM , Ayo Naik Kelas !!

Dalam beberapa bulan terakhir saya punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan ratusan pengusaha UKM di beberapa daerah dalam kaitan program pendampingan waralaba. Saya cukup terkesan dengan teman-teman pengusaha UKM yang begitu bersemangat membangun bisnisnya sendiri mulai dari menciptakan ide, mewujudkan usahanya dan menjalankannya dengan penuh semangat serta motivasi yang tinggi dan sangat inovatif.
Meskipun mereka rata-rata berusia muda, namun keinginan mereka untuk menjadi pemberi kerja dan bukan pencari kerja, patut diacungi jempol, sejak awal mereka sudah memilih untuk mandiri, punya kebebasan waktu, menentukan penghasilan sendiri serta menyalurkan bakat dan kemampuannya.
Usaha yang dikembangkan sangat bervariasi mulai dari Makanan minuman (restoran , kafe, warung) yang memang merupakan usaha yang sangat diminati banyak kalangan, ada juga jasa laundry, travel, pendidikan sampai yang berbasis teknologi, serta bisnis yang mengangkat potensi cirikhas daerah (pusat oleh-oleh, kerajinan kain, kayu dan hasil laut)
Kita semua tahu, potensi daerah dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup berlimpah tentu memerlukan penanganan yang kreatif dari anak bangsa.
Namun tentu saja selalu ada kendala yang dihadapi daerah untuk berkembang. Sebelum para UKM bisa mewaralabakan usahanya sebagai salah satu cara pengembangan usaha, tentu mereka harus bisa membuktikan bahwa usaha yang dijalannya itu sudah sukses, menguntungkan dan layak untuk diwaralabakan.
Sebelum membahas mengenai kendala yang dihadapi UKM , ada baiknya kita memahami persiapan yang harus dilakukan bila sebuah usaha ingin di waralabakan yaitu :
1. Membentuk Konsep Bisnis
Konsep bisnis dapat didefinisikan sebagai gagasan operasional usaha dan gagasan pengelolaan jaringan usaha yang ingin dibangun dengan tujuan untuk dapat menyajikan produk/ jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Dalam membangun bisnis franchise konsep bisnis yang dimiliki sebaiknya tidak terlalu rumit, semakin sederhana konsep bisnisnya, semakin mudah pula untuk diduplikasi. Namun harus dipastikan juga kalau konsep tersebut dapat unggul dibanding kompetitor (menang bersaing).

2. Membangun Sistem yang berstandar global
Dalam membangun sebuah usaha franchise, selain memerlukan konsep yang matang hal lain yang perlu disiapkan selanjutnya adalah sistem usaha. Secara definisi sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, efektifitas dan efisiensi masing-masing aliran sangat mempengaruhi kesuksesan sebuah sistem termasuk sistem franchise yang dijalankan. Sistem yang ada saat ini perlu dievaluasi secara berkala agar dapat dilakukan perbaikan secara berkesinambungan. Perbaikan secara berkesinambungan (continuous improvement) dilakukan agar sistem yang dibangun semakin baik dan mengikuti tren bisnis.

3. Mendapatkan Sumber Daya Manusia yang profesional
Penyusunan konsep yang matang dan sistem yang efektif perlu dilengkapi dengan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia memegang peranan penting untuk mengeksekusi seluruh konsep dan sistem yang telah disusun. Sumber daya manusia profesional bisa didapat dengan menggali kompetensi yang ada dimasing-masing individu untuk kemudian dicocokkan dengan kebutuhan kompetensi dimasing-masing jabatan di organisasi.

 

editDari 3 hal yang dipersiapkan di atas, dapat terlihat bahwa  untuk menjadi sebuah perusahaan franchise yang berstandart global membutuhkan konsep bisnis simpel namun dapat “menang bersaing”, lalu ditopang dengan sistem yang berstandar global dan dijalankan oleh sumber daya manusia yang profesional. Dengan demikian perusahaan franchise tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan yang berstandar global yang menyebrang negara bahkan benua.

Dalam kaitan dengan pengembangan UKM menjadi usaha yang bisa diwaralabakan, berikut adalah permasalahan yang kita hadapi :

1. Pengusaha UKM belum memiliki visi yang berstandar global

2. Pengusaha UKM sangat memerlukan akses informasi mengenai :

  • Pembiayaan
  • Pelatihan bisnis
  • Pemasaran
  • Management
  • Pengembangan produk
  • Packaging
  • Administrasi dan Keuangan
  • Aspek legal (termasuk kesadaran akan Hak Kekayaan Intelektual)
  • Pengembangan personel (human resources development)

Pemerintah sangat bisa berperan dalam melaksanakan program pemberdayaan UKM, diantaranya :

1. Pembinaan dan pelatihan yang efektif, berkualitas dan berkelanjutan
2. Fasilitasi pemasaran seperti pameran (dalam dan luar negri), temu bisnis dalam rangka untuk membuka wawasan pasar dan potensi pengembangan jaringan.
3. Kemudahan akses pembiayaan

Diharapkan UKM pada akhirnya tidak hanya menjadi UKM, yang kecil bisa bertumbuh menjadi menengah dan yang menengah bisa menjadi besar. Departemen terkait di pemerintahan bisa saling bekerjasama dan juga pihak swasta dapat dilibatkan dalam penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan serta program lainnya untuk mencapai tujuan agar efektif dan efisien.

Sebagaimana kita ketahui pada masa krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu ,UKM punya daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapinya. Mari kita jadikan UKM sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional . Kita tingkatkan jumlah dan kualitasnya agar kita bisa menjadi bangsa yang mandiri, sejahtera dan mampu bersaing secara global dalam menghadapi pasar bebas yang sudah didepan mata.

Salam sukses untuk para UKM .

evi

 

 

 

 

 

 

Evi Diah Puspitawati                                                                      

Associate consultant  IFBM

Email: evidiah@ifbm.co.id, evidiah@yahoo.com

army-navy-b-tn

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video