Usaha Waralaba – Mempersiapkan Usaha Waralaba

Usaha Waralaba dalam sepuluh tahun terakhir ini industri waralaba berkembang sangat pesat, begitu menggiurkannya mengembangkan usaha dengan metode waralaba , namun  banyak pula yang salah mengartikannya sehingga beberapa praktek usaha waralaba dinegara ini kadang-kadang menyesatkan.  Mengapa  pemilik usaha  yang sukses tertarik untuk mewaralabakan usahanya? Beberapa alasan adalah sebagai berikut :

  • Menjadi lebih  efisiensi dalam  operasional usaha
  • .Memperluas  pangsa pasar dan membangun kekuatan merek
  • .Waralaba dijadikan sistem untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan lebih banyak dan lebih membangun loyalitas pelanggan
  • Terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi
  • Mencapai target pelanggan lebih efektif melalui kerjasama  promosi
  • Menjual produk dan jasa ke jaringan distributor yang berdedikasi
  • Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee
  • Franchisee bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembalian investasi dan keuntungan usaha.

Ada hubungan yang khas di usaha waralaba yaitu franchisor dan franchisee berbagi resiko dalam memperluas pangsa pasar dan  pengembangan  sumber daya serta potensi lokal  dimasing-masing lokasi franchisee. Dengan panduan format bisnis milik franchisor, diharapkan tingkat resiko kegagalan dapat diminimalisasi, karena franchisorpun senantiasa melakukan perbaikan dan pengembangan sistem agar dapat bersaing dengan bisnis lainnya . Franchisee diharapkan bisa bertanggung jawab pada usaha yang dijalankannya dengan komitmen yang tinggi untuk berhasil. 

Perusahaan yang memilih waralaba sebagai metode pengembangan usahanya, harus memahami dan mempersiapkan beberapa hal ,seperti : 

• Sudah ada bisnis model yang dijalankan dan terbukti berhasil dengan baik, menguntungkan, standarisasi dijalankan secara konsisten, sistem yang terbukti efektif dan efisien serta tidak tergantung pada figur pembuat sistem

. Tim manajemen yang kuat , yang terdiri dari orang-orang yang punya kemampuan yang  memadai untuk memahami industri dan mengembangkannya (termasuk aspek legal), yang semua itu nantinya akan menjadi metode pengembangan.

• Modal yang cukup untuk memulai, mempertahankan dan mengembangkan program waralaba serta  memastikan menyediakan program dukungan awal dan berkelanjutan bagi franchiseenya. Kurang matangnya perencanaan bisnis  dan struktur modal yang tidak memadai,  seringkali menyebabkan gagalnya franchisor dalam melakukan expansi.

• Merek dagang harus sudah terdaftar, serta identitas usaha lainnya yang sudah distandarisasi seperti : design outlet, logo, seragam, signage, kartu nama, kop surat, packaging dan  merchandise lainnya.

Standard Operating Prosedur (SOP) yang tercetak dan didokumentasikan dengan baik untuk panduan operasional maupun administrasi serta panduan lainnya yang tidak mudah ditiru atau diduplikasi oleh pesaing, serta memastikan franchisee memahami nilai-nilai yang dimiliki perusahaan untuk dijalankan secara konsisten  selama jangka waktu perjanjian dan franchisor melakukan kontrol kualitas yang objektif bagi penerapan SOP tersebut

• Mempunyai program pelatihan (training) yang komprehensif bagi franchisee , baik yang dilakukan di kantor pusat perusahaan maupun di cabang-cabang dimana franchisee berada sehingga transfer of knowlegde berjalan dengan baik dan duplikasi usaha bisa tercapai sesuai target yang diinginkan. Program pelatihan bukan hanya diawal kerjasama saja, melainkan juga  pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan.

• Dukungan staff pelatihan (Trainer) yang terampil dan mempunyai komunikasi yang baik serta staff khusus lainnya yang selalu siap untuk memberi bantuan pada franchisee , melakukan kunjungan dan monitoring ke outlet franchisee secara periodik atau pada waktu-waktu tertentu yang diperlukan dalam upaya mengontrol standard kualitas operasional yang dijalankan franchisee.

• Dokumen legal lainnya sesuai dengan ketentuan  pemerintah yang berhubungan dengan usaha waralaba serta perjanjian waralaba yang lengkap dalam mengatur hak dan kewajiban franchisor dan franchisee.

• Mempunyai standard produk atau jasa yang  dikembangkan oleh franchisor  dengan kualitas standard yang baku  dan mampu mendistribusikan pada franchisee secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas. Franchisor juga harus peka pada perubahan perilaku konsumen dan trend-trend baru yang berkembang dimasyarakat sehingga franchisor  mempunyai banyak cara untuk selalu menjadi yang terdepan bahkan beberapa puluh langkah lebih maju dari pesaing.

• Perlu kehati-hatian dalam menentukan kriteria lokasi yang akan dijadikan standar agar pengembangan design arsitektur nya menjadi tidak rumit dan biaya yang dibutuhkan masih cukup  terjangkau.

• Franchisor memahami akan terjadinya kompetisi baik langsung maupun tidak langsung dalam menjalankan sistem usaha waralaba ini, sehingga perlu dipersiapkan bagaimana strategi pemasaran produk dan layanannya.

• Perlu dibina hubungan yang baik dengan  pemasok (supplier), pemilik tanah atau  developer, pemerintahan daerah dan sumber daya lainnya  yang terkait dengan operasional agar tercipta hubungan kerja yang profesioal dan berkelanjutan.

  • Sistem perekrutan calon franchisee yang memungkinkan bisa mengidentifikasi dan menyaring calon yang punya kualifikasi keuangan yang memadai, ketajaman bisnis dan pemahaman tentang industri yang akan diperlukan oleh franchisee untuk sukses.

• Mempunyai sistem pelaporan dan pencatatan yang efektif untuk menjaga performa franchisee dan memastikan bahwa pembayaran royalti dilaporkan secara tepat waktu, akurat dan konsisten berdasarkan format laporan yang telah ditentukan franchisor.

• Adanya Research & Development (R&D)  yang terus dikembangkan untuk produk dan layanan secara berkelanjutan.

• Fasilitas sistem komunikasi yang  memadai untuk bisa menjangkau komunikasi dengan franchisee diseluruh wilayah usaha, membina hubungan yang baik, mengembangkan dialog yang sehat dan terbuka dengan para franchisee sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya konflik dan kasus hukum dalam jaringan waralaba.

• Memanfaatkan teknologi untuk pemasaran lokal, nasional maupun regional, yang dirancang untuk memudahkan calon franchisee dan pelanggan dalam mengakses informasi atau program yang sedang dijalankan.

Jadi alangkah lebih baiknya bila semua hal yang diperlukan untuk memulai mewaralabakan usaha ini bisa dipersiapkan sebelumnya.

Salam Franchise

Evi Diah Puspitawati, SE                                                                       

*Associate consultant  IFBM

*Sekjen Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI)

30974-moc_cover_biru_depo-isi-ulang

Video